Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin (15/6/2026) diperkirakan melanjutkan tren penguatan seiring membaiknya sentimen pasar global dan regional.
Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi riset hariannya menyebutkan bahwa IHSG berpeluang bergerak naik setelah pasar saham Amerika Serikat dan bursa utama Asia mencatatkan kinerja positif pada akhir pekan lalu.
Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Jumat (12/6/2026). Indeks Dow Jones naik 0,70 persen, S&P 500 menguat 0,50 persen, dan Nasdaq bertambah 0,31 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya sentimen risiko setelah muncul kembali harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang menekan harga minyak dunia. Selain itu, debut kuat perusahaan antariksa SpaceX turut memberikan dorongan positif bagi sentimen investor.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik 1,8 basis poin menjadi 4,479 persen. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (US Dollar Index/DXY) melemah 0,11 persen ke level 99,75.
Dari pasar komoditas, sebagian besar harga komoditas utama ditutup melemah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,23 persen menjadi USD84,88 per barel, sedangkan minyak Brent terkoreksi 3,37 persen ke level USD87,33 per barel. Harga batu bara juga turun 2,39 persen menjadi USD145 per ton dan crude palm oil (CPO) melemah 1,67 persen ke level MYR4.475 per ton.
Berbeda dengan komoditas lainnya, harga emas masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,17 persen menjadi USD4.219 per ons.
Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia mengakhiri perdagangan Jumat dengan penguatan. Indeks Hang Seng melonjak 1,93 persen, Nikkei menguat 2,81 persen, dan Shanghai Composite naik 1,12 persen.
Di dalam negeri, IHSG berhasil ditutup menguat 2,07 persen ke level 6.007,66. Aktivitas investor asing juga menunjukkan sentimen positif dengan membukukan net buy sebesar Rp287,817 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp287,4 miliar terjadi di pasar reguler dan Rp417 juta di pasar negosiasi.
Pada pasar reguler, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi tujuan utama aliran dana asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp192,8 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp175 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp160,3 miliar.
Sebaliknya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan arus keluar dana asing terbesar dengan nilai jual bersih Rp371,6 miliar. Disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp168 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp102,1 miliar.
Samuel Sekuritas juga mencatat saham-saham yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG, yakni AMMN, BBCA, dan DSSA. Sementara saham yang menjadi penekan indeks antara lain BMRI, SRAJ, dan MPRO.
Pada perdagangan pagi ini, sentimen positif masih berlanjut di kawasan Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan dibuka melonjak 4,46 persen, sedangkan Nikkei Jepang menguat 3,59 persen.
“Dengan dukungan sentimen positif dari pasar global maupun regional, kami mengantisipasi IHSG bergerak menguat pada perdagangan hari ini,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporannya.
