TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aksi Beli Saham Blue Chip Dorong IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Agus Haryanto
15 June 2026 | 09:31
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (15/6/2026) dibuka menguat 111,07 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.118,73. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 naik 13,38 poin atau 2,24 persen ke posisi 601,83.

Penguatan indeks pada awal perdagangan didorong oleh meningkatnya aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur. Sentimen positif tersebut mendorong mayoritas saham bergerak di zona hijau sejak pembukaan pasar.

Pada sesi pembukaan, aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 170 ribu kali dengan volume perdagangan mencapai sekitar 2,1 miliar saham dan nilai transaksi mendekati Rp2,3 triliun. Sebanyak lebih dari 300 saham menguat, sementara sekitar 120 saham melemah dan sisanya bergerak stagnan.

Saham-saham yang menjadi penggerak utama kenaikan IHSG pada awal perdagangan antara lain:

  • BBCA naik 3,2 persen ke Rp8.050 per saham.
  • BBRI menguat 2,8 persen ke Rp4.150 per saham.
  • BMRI naik 3,5 persen ke Rp4.250 per saham.
  • TLKM menguat 2,1 persen ke Rp2.780 per saham.
  • AMMN naik 4,4 persen ke Rp7.150 per saham.
  • BREN menguat 5,1 persen ke Rp6.350 per saham.
  • ASII naik 2,6 persen ke Rp4.120 per saham.
  • TPIA menguat 3,8 persen ke Rp7.475 per saham.

Penguatan saham-saham tersebut memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan indeks karena memiliki kapitalisasi pasar yang dominan dalam perhitungan IHSG.

Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi pendorong utama penguatan pasar dengan kenaikan lebih dari 2 persen. Sektor energi dan infrastruktur juga mencatat kenaikan signifikan seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham unggulan yang dinilai telah berada pada level valuasi menarik setelah mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA:   Indeks Saham Masuk ke 4.400-an

Secara teknikal, penguatan pada pembukaan perdagangan menunjukkan adanya indikasi rebound setelah IHSG berhasil bertahan di atas area psikologis 6.000. Jika tekanan beli berlanjut sepanjang sesi, indeks berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.200 hingga 6.250. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung jangka pendek mengingat kenaikan yang terjadi pada awal perdagangan cukup tajam.

Analis menilai pergerakan positif IHSG pada awal pekan mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik. Dukungan dari saham-saham perbankan besar, stabilitas nilai tukar rupiah, serta membaiknya sentimen pasar global berpotensi menjadi faktor yang menjaga momentum penguatan indeks hingga penutupan perdagangan.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Ada Sentimen Positif untuk Bullish, Buy Saham Pilihan Ini: BRMS, BNBR, CUAN, dan PYFA

Next Post

BSI Siap Garap 1 Juta Jemaah Umroh Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR