Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin (17/06) ditutup melemah 0,55% ke level 6220 yang disertai net sell asing pada reguler market sebesar Rp328 miliar.
“Melihat hal tersebut, kami memperkirakan IHSG hari ini sideways cenderung melemah dengan level support di rentang 6130-6200 dan level resistance di kisaran 6250-6276,” ujar Kevin Juido Hutabarat, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, dalam risetnya, Kamis (18/6/2026).
Trading Idea hari ini: AMRT, BBCA, MEDC, NCKL, BIPI, HRTA
- AMRT Spec Buy dengan area beli di 1380-1420 cutloss di bawah 1380. Target dekat di 1450-1470.
- BBCA Spec Buy dengan area beli di 5800-6000, cutloss di bawah 5800. Target dekat di 6100-6200.
- MEDC Spec Buy dengan area beli di 1160-1180, cutloss di bawah 1159. Target dekat di 1210-1230.
- NCKL Spec Buy dengan area beli di 930-960, cutloss di bawah 920. Target dekat di 990-1020.
- BIPI Spec Buy dengan area beli di 148-151, cutloss di bawah 147. Target dekat di 153-155.
- HRTA Spec Buy dengan area beli di 2180-2230, cutloss di bawah 2170. Target dekat di 2280-2350.
Global Overnight Review
Wall Street Terkoreksi Usai Sinyal Hawkish The Fed. Indeks-indeks saham Wall Street turun pada perdagangan Rabu (17/6), sementara yield obligasi pemerintah AS melonjak setelah pasar mencermati hasil rapat perdana The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh yang dinilai lebih hawkish dari perkiraan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,98%, S&P 500 terkoreksi 1,21% dan Nasdaq Composite menurun 1,34%. Saham-saham teknologi mengalami pelemahan, antara lain Microsoft, Meta Platforms, Alphabet, dan Amazon.
Sentimen juga dibebani oleh pelemahan saham SpaceX. Sedangkan, penguatan saham sektor semikonduktor seperti Intel dan Micron Technology.
Sesuai ekspektasi, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%. Namun perhatian investor tertuju pada proyeksi terbaru para pejabat bank sentral yang mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini guna mengendalikan inflasi.
Dalam pembaruan proyeksi ekonomi atau ‘dot plot’, median perkiraan suku bunga The Fed pada akhir 2026 naik menjadi 3,8% dari sebelumnya 3,4% pada Maret.
Kenaikan tersebut menunjukkan sebagian anggota Federal Open Market Committee (FOMC) menilai pengetatan kebijakan moneter masih diperlukan.
Ketidakpastian semakin meningkat setelah Kevin Warsh memilih tidak menyerahkan proyeksi suku bunganya sendiri, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi mengenai arah kebijakan The Fed ke depan.
Pasar Saham Asia Mayoritas Naik. Bursa saham Asia-Pasifik Sebagian besar menghijau pada perdagangan Rabu (17/6), dengan pasar saham Korea Selatan memimpin penguatan.
Selain itu, sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan respons investor terhadap negosiasi terbaru antara AS dan Iran.
Indeks Kospi Korea Selatan meningkat 1,6%, dan Kosdaq melesat 1,3%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,7%, dan Topix naik 0,55%.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,55% dan Taiex Taiwan naik 0,15%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,74%.
Dari sisi AS, Presiden Donald Trump menyatakan terbuka untuk membagikan rincian kesepakatan damai terbaru antara AS dan Iran kepada Kongres.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa anggota Kongres meminta kesempatan untuk meninjau kesepakatan sebelum resmi disahkan.
Kesepakatan awal antara AS dan Iran tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg).
