Jakarta, TopBusiness – PT Buyung Poetra Sembada Tbk (IDX: HOKI), emiten produsen dan distributor beras premium, terus memperkuat transformasinya menjadi perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) melalui pengembangan produk beras sehat dan nasi instan. Strategi tersebut menjadi fokus utama perseroan untuk mendorong pertumbuhan di tengah tantangan industri beras nasional.
Dalam Paparan Publik yang digelar Selasa (23/6/2026), Corporate Secretary HOKI Victor R. Lanes menjelaskan bahwa perseroan secara konsisten memperluas portofolio produk bernilai tambah guna mengurangi ketergantungan pada bisnis beras konvensional yang rentan terhadap fluktuasi harga gabah.
Sepanjang dua tahun terakhir, HOKI meluncurkan sejumlah produk baru. Pada Februari 2025, perseroan memperkenalkan Cassava Rice atau beras singkong yang menyasar segmen konsumen yang semakin peduli kesehatan. Produk tersebut mendapat respons positif dari pasar.
Kemudian pada April 2025, HOKI meluncurkan Long Grain Crystal dan Soft Grain Rice, yaitu beras premium yang diperkaya vitamin dan zinc. Selanjutnya pada Mei 2026, perseroan kembali memperluas lini FMCG melalui peluncuran Super Nasi Instant Rice.
“Produk nasi instan siap masak ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen akan solusi pangan yang praktis dan mudah disajikan. Peluncuran ini memperkuat strategi diversifikasi portofolio produk sekaligus memperkokoh posisi HOKI di segmen beras bernilai tambah,” ujar Victor.
Saat ini HOKI memiliki empat sumber pendapatan utama, yakni bisnis produksi dan distribusi beras premium, bisnis FMCG melalui merek Dailymeal, bisnis investasi melalui PT Hoki Investasi Sejati (HKS), serta bisnis energi terbarukan yang dikelola PT Buyung Poetra Energi (BPE).
Menurut Victor, transformasi menuju FMCG dimulai sejak 2022 ketika perseroan meluncurkan merek Dailymeal. Langkah tersebut diambil untuk menangkap tren meningkatnya permintaan produk pangan sehat pascapandemi.
Saat ini Dailymeal memiliki lima kategori produk yang terbagi ke dalam dua segmen utama. Segmen pertama adalah beras sehat seperti nasi jagung, nasi merah, nasi singkong, dan Cassava Rice. Segmen kedua adalah beras premium khusus yang menyasar konsumen kelas menengah atas.
Untuk mendukung pengembangan bisnis tersebut, HOKI juga telah membangun pabrik baru di Jawa Tengah yang fokus memproduksi berbagai produk pangan sehat.
Selain memperluas produk, perseroan juga meningkatkan penetrasi pasar melalui saluran perdagangan modern dan platform digital. Produk-produk HOKI kini telah tersedia di berbagai marketplace dan layanan quick commerce seperti TikTok Shop, GrabMart, Astro, dan GoMart.
Pendapatan Melonjak 46,7 Persen
Dari sisi kinerja, HOKI mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp536 miliar atau meningkat 46,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh tingginya permintaan beras selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Meski demikian, profitabilitas masih menghadapi tekanan akibat tingginya harga gabah yang terjadi di industri. Laba kotor turun 5,5 persen menjadi Rp8 miliar, sementara margin laba kotor menyusut dari 2,8 persen menjadi 1,4 persen.
Pada akhir Maret 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp937 miliar dengan total liabilitas Rp396 miliar dan ekuitas Rp541 miliar. Rasio keuangan tetap terjaga dengan current ratio 1,71 kali dan debt to equity ratio (DER) sebesar 0,58 kali.
Sementara itu, sepanjang 2025 HOKI membukukan total aset Rp989 miliar, liabilitas Rp387 miliar, dan ekuitas Rp602 miliar. Lini Dailymeal menjadi salah satu penopang kinerja dengan pertumbuhan penjualan 32 persen secara tahunan menjadi Rp48,3 miliar.
Harga Gabah Jadi Tantangan Utama
Direktur HOKI Budiman Susilo mengakui bahwa lonjakan harga gabah menjadi faktor utama yang menekan kinerja perseroan sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Menurut dia, harga gabah berada jauh di atas level normal, sementara biaya pendukung seperti transportasi, kemasan, dan logistik juga mengalami kenaikan akibat berbagai faktor, termasuk kondisi geopolitik global.
“Harga gabah yang tinggi menjadi tekanan terbesar bagi industri beras. Selain itu biaya transportasi, kemasan, dan faktor pendukung lainnya juga meningkat sehingga margin perusahaan ikut tertekan,” kata Budiman.
Meski demikian, perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan melalui diversifikasi produk dan penguatan segmen pangan sehat yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Perluasan Distribusi dan Produk Baru
Untuk 2026, HOKI menargetkan pertumbuhan melalui perluasan jaringan distribusi nasional, penguatan teknologi digital, serta peluncuran produk-produk inovatif yang sesuai dengan tren konsumen.
Perseroan juga akan memperkuat edukasi pasar melalui promosi digital, kerja sama dengan influencer dan key opinion leader (KOL), guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat produk pangan sehat.
Selain produk beras sehat dan Super Nasi Instant Rice, HOKI juga tengah mengembangkan sejumlah produk baru seperti HOKI Gohan dan Topi Koki Royal sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang.
“HOKI melihat masih terdapat ruang pertumbuhan yang besar, baik dari bisnis beras premium maupun FMCG. Karena itu perusahaan akan terus berinovasi dan memperluas pasar untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Budiman.
