Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). IHSG turun 0,25% atau terpangkas 15,35 poin ke level 6.101,33 dari posisi penutupan sebelumnya di kisaran 6.116,68.
Pelemahan tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar sehingga membebani pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan. Meski sempat bergerak fluktuatif, IHSG akhirnya menutup perdagangan di zona merah.
Dari sisi aktivitas transaksi, total volume perdagangan mencapai 41,11 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp32,69 triliun. Frekuensi dan nilai transaksi yang relatif tinggi menunjukkan aktivitas pelaku pasar tetap cukup ramai di tengah tekanan yang terjadi pada indeks.
Secara keseluruhan, sebanyak 373 saham ditutup melemah dan menjadi pemberat indeks. Sementara itu, 282 saham berhasil menguat dan 160 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Secara teknikal, penurunan sebesar 15,35 poin menunjukkan bahwa tekanan jual masih sedikit lebih dominan dibandingkan aksi beli. Namun, pelemahan yang hanya sebesar 0,25% mengindikasikan bahwa pasar belum mengalami koreksi yang dalam.
Rasio saham turun yang lebih banyak dibandingkan saham naik juga menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati. Investor tampak memilih melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan.
Selain faktor domestik, pergerakan IHSG juga berpotensi dipengaruhi oleh sentimen global seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral, pergerakan harga komoditas, nilai tukar rupiah, hingga perkembangan ekonomi global yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Dengan posisi penutupan di level 6.101,33, IHSG saat ini berada sedikit di bawah level psikologis 6.200 dan masih berupaya mempertahankan area dukungan (support) di kisaran 6.050–6.100.
Apabila tekanan jual berlanjut pada perdagangan berikutnya, indeks berpotensi menguji area support tersebut. Sebaliknya, jika terjadi akumulasi beli pada saham-saham unggulan, IHSG berpeluang kembali bergerak menuju area resistensi di kisaran 6.150–6.200.
Analis menilai pergerakan pasar dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan kinerja emiten yang menjadi acuan investor dalam mengambil keputusan investasi. Dengan nilai transaksi yang tetap tinggi, minat pelaku pasar terhadap saham domestik dinilai masih terjaga meskipun indeks ditutup di zona negatif.
Data AI
