Jakarta, TopBusiness – Terminal Kalibaru, atau yang dikenal dengan New Priok Container Terminal One (NPCT 1), memegang peranan krusial sebagai gerbang ekspor-impor andalan Indonesia. Sebagai kawasan pelabuhan yang kapasitas bongkar muatnya terus bertumbuh, tingginya mobilitas kargo bertonase besar di pesisir utara Jakarta ini jelas menuntut infrastruktur penghubung yang terintegrasi secara mulus.
Berangkat dari kebutuhan krusial tersebut, proyek New Priok Eastern Access (NPEA) milik Pelindo digagas untuk menyambungkan terminal secara langsung dengan jaringan Jalan Tol Cibitung-Cilincing yang dimulai sejak 2025 dan ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang.
Dalam upaya meningkatkan konektivitas logistik ini, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) ikut berperan dalam memasok material konstruksi. WIKA Beton memasok beragam produk bermutu tinggi mulai dari tiang pancang, balok jembatan, half slab, hingga ready mix. Pemenuhan prasarana darat dan laut bernilai total Rp153 miliar ini dibagi ke dalam dua paket kontrak, yakni NPEA-1 sebesar Rp85 miliar dan NPEA-2 senilai Rp68 miliar.
Durabilitas infrastruktur menjadi kunci utama kelancaran lalu lintas kendaraan berat di pesisir Jakarta. Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Kuntjara, menegaskan bahwa spesifikasi proyek NPEA yang ketat sangat selaras dengan komitmen keandalan mutu perusahaan.
“Mengingat jalur logistik ini akan dilintasi kendaraan berat secara terus-menerus, standar kualitas tinggi pada seluruh produk WIKA Beton akan memastikan prasarana ini memiliki durabilitas jangka panjang,” ungkapnya.
Untuk menjaga ritme pembangunan di lapangan, Kuntjara juga memastikan bahwa manajemen distribusi material dikelola secara terukur. Kelancaran distribusi produk ini dicapai melalui optimalisasi fasilitas Batching Plan Ancol serta dukungan operasional dari pabrik Bogor.
Ketersediaan material yang andal dalam proyek ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya berdampak positif pada kinerja finansial perusahaan, tetapi juga kian memperkuat ekosistem Danantara dan BUMN dalam melesatkan daya saing logistik nasional.
