TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Polemik RI-Uni Eropa Soal CPO Berlanjut ke Pesawat

Nurdian Akhmad
24 April 2018 | 17:18
rubrik: Capital Market
Wapres: Pasar Modal RI Bergeliat Prospektif

Wapres Jusuf Kalla (Foto: istimewa)

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Langkah Uni Eropa membatasi ekspor komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mendapat respons keras dari Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan secara terpisah menegaskan, jika CPO dipersulit masuk Eropa, Indonesia bisa saja mengalihkan belanja mobil dan pesawat  ke kawasan lain.

“Kalau CPO dipersulit masuk di negara lain, kita juga bisa mengalihkan daya beli kita dari mobil dan pesawat ke tempat lain. Kita ini pasar yang besar bagi barang-barang produksi negara maju. Itu kekuatan kita yang harus kita manfaatkan,” kata Wapres saat membuka Munas X Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Uni Eropa berencana melarang penggunaan CPO sebagai bahan baku biofuel mulai 2021. Kampanye negatif terhadap CPO juga dilakukan oleh peritel asal Inggris, Iceland.

Menurut Wapres, Indonesia dan Malaysia sebagai produsen terbesar minyak sawit mentah dunia harus  bersatu menghadapi kampanye negatif terhadap CPO.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat ini tengah berada di Eropa untuk menegosiasikan rencana larangan tersebut. Pemerintah RI mengingatkan Uni Eropa agar berhati-hati dalam mewacanakan pembatasan penggunaan produk turunan kelapa sawit.

Melalui keterangan resmi, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku telah menyampaikan posisi dan keberatan Indonesia terhadap rancangan kebijakan tersebut kepada Komisioner Perdagangan EU Cecilia Malmström dalam sebuah pertemuan tertutup di Brussels, Belgia, Senin (23/4/2018) waktu setempat.

Usai pertemuan, Luhut mengadakan konferensi pers kepada para jurnalis terkait persoalan tersebut.

Luhut menyinggung secara implisit konsekuensi yang akan menimpa UE jika tetap kaku dan melancarkan pelarangan terhadap CPO dan turunannya.

BACA JUGA:   Ekspor CPO Dilarang, Harga TBS Sawit Anjlok 30 Persen

“Saya datang demi kepastian nasib petani sawit, keluarganya dan orang-orang yang bergantung pada bisnis ini, yang jumlahnya melebihi 16 juta orang. Tidak ada rencana kami untuk melakukan tindakan balasan,” ungkap Luhut.

“Memang kami membutuhkan 2.500 pesawat untuk 20 tahun ke depan. Bagi kami Airbus penting, kami belum berencana mengalihkannya ke Boeing, tetapi kami yakin ada pengertian dari EU untuk menyelesaikan masalah ini. Kami sedang mempertimbangkan juga untuk memiliki Airbus M400 untuk versi military. Mereka datang kepada saya menawarkan ini,” kata Luhut, menambahkan.

 

 

Tags: cpojusuf kallaminyak sawit
Previous Post

Bursa Regional Menguat, IHSG Malah Nyungsep

Next Post

Bisnis Mobil Jeblok, Laba Astra International Kuartal I Anjlok 2%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR