TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bisnis Mobil Jeblok, Laba Astra International Kuartal I Anjlok 2%

Nurdian Akhmad
24 April 2018 | 17:37
rubrik: Capital Market
Astra Siap Gelontorkan Rp 25 Triliun untuk Belanja Modal

Kantor Pusat Astra International Tbk di Sunter, Jakarta Utara/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Sepanjang kuartal I 2018, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp 4,98 triliun, turun 2% dari laba perusahaan pada periode yang sama tahun lalu Rp 5,08 triliun.

Sementara itu, pendapatan bersih ASII naik 14% dari Rp 55,82 triliun di kuartal I-2018 dibandingkan Rp 48,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Grup Astra diperkirakan akan terus mendapat keuntungan dari harga batu bara yang stabil, sementara persaingan di pasar mobil diperkirakan semakin meningkat,” kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam keterangan pers tertulisnya, Selasa (24/4/2018).

Dalam ikhtisar laporan keuangan perseroan, pangsa pasar motor dan mobil menurun, sedangkan volume penjualan alat berat, kontraktor pertambangan dan pertambangan diuntungkan dengan meningkatnya harga batu bara. Selain itu, laba bersih agribisnis menurun akibat pelemahan harga.

Nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 3.186 pada 31 Maret 2018, naik 4% dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2017.

Nilai utang bersih, di luar grup jasa keuangan, mencapai Rp 2,4 triliun, dibandingkan dengan nilai kas bersih Rp 2,7 triliun per 31 Desember 2017, terutama disebabkan oleh investasi Grup di jalan tol, Go-Jek, dan belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan. Anak perusahaan grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 44,8 triliun, dibandingkan dengan Rp 46,1 triliun pada akhir tahun 2017.

Laba bersih dari bisnis otomotif grup menurun 8% menjadi Rp2,1 triliun, terutama disebabkan oleh meningkatnya kompetisi di pasar mobil. Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup turun 6% menjadi Rp 1,1 triliun, disebabkan oleh penurunan kontribusi dari PT Bank Permata Tbk (Bank Permata).

BACA JUGA:   Ini Rekomendasi Saham Harian, dari Samuel Sekuritas

Kemudian, laba bersih dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi grup meningkat sebesar 68% menjadi Rp 1,5 triliun. Laba bersih dari segmen agribisnis grup turun 55% menjadi Rp 283 miliar.

Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat kerugian bersih sebesar Rp 23 miliar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 67 miliar pada kuartal pertama tahun 2017. Hal ini disebabkan oleh kerugian awal dari ruas jalan tol Cikopo-Palimanan yang diakuisisi Grup pada semester pertama tahun 2017.

Laba bersih dari segmen teknologi informasi Grup naik 4% menjadi Rp 27 miliar. Kemudian divisi properti grup melaporkan laba bersih sebesar Rp 6 miliar dibandingkan laba bersih Rp 42 miliar pada tahun sebelumnya.

Hal ini terutama disebabkan oleh menurunnya pengakuan laba dari proyek Anandamaya Residences dimana proyek tersebut telah memasuki tahapan akhir sehingga persentase penyelesaiannya lebih rendah.

Tags: astraastra international
Previous Post

Polemik RI-Uni Eropa Soal CPO Berlanjut ke Pesawat

Next Post

Terseret Penurunan Wall Street, Bursa Asia Dibuka Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR