Jakarta, TopBusiness—Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada Innoprom 2026 telah memerkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia.
“Hal ini terlihat dari tingginya antusias pelaku industri dari pasar Eurasia yang menginginkan kerjasama dengan industri nasional dan bahkan telah melakukan penandatanganan MOU (memorandum of understanding/nota kesepahaman) sepanjang kehadiran kita di Rusia” ujar Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, di Rusia.
Keterangan tertulis dari Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), kemarin sore, menyebut bahwa pencapaian tersebut diwujudkan melalui delapan bilateral meeting dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk.
Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai komitmen untuk memerkuat kerjasama industri, perdagangan, investasi, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, penguatan rantai pasok, alih teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia industri. Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan 13 Mou.
13 MoU tersebut meliputi kesepakatan antara Kemenperin RI dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, serta kerjasama dengan Kyrgyzstan, Kazakhstan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk.
Selain itu, kerja sama business-to-business (B2B) juga diwujudkan melalui penandatanganan MoU.
Itu melibatkan Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, dan Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars, MoU antara PT Minang Jordanindo dan Chetra LLC.
Serta nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF).
