TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rekomendasi Saham Pekan Ini: PGEO, LSIP, dan Lainnya

Achmad Adhito
13 July 2026 | 08:47
rubrik: Capital Market
Rukun Raharja Siaga Rp250 Miliar Buyback Saham

Ilustrasi Bursa Saham (Dhi/AI Gemini)

Jakarta, TopBusiness—

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan performa signifikan dengan parkir di level 5.924 atau naik kurang lebih 0,83%% dibandingkan pekan sebelumnya pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat, 10 Juli 2026. Namun di tengah penguatan indeks domestik tersebut, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (outflow) yang cukup masif mencapai Rp1,7 triliun di pasar reguler.

Dalam analisis yang diterima pagi ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (Ipot), David Kurniawan, memaparkan sejumlah sentimen krusial dari kancah global hingga domestik yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar untuk menyusun strategi investasi ke depan.

Sentimen Global

Dari panggung global, perhatian pasar tertuju pada eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang kembali mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam aksi saling serang secara terbuka. Konfrontasi militer ini langsung memicu kekhawatiran mendalam terkait potensi gangguan rantai pasok minyak mentah dunia, mengingat wilayah tersebut merupakan urat nadi jalur logistik energi global.

“Menghadapi tingginya ketidakpastian geopolitik ini, para investor global cenderung mengambil sikap risk-off dan bersikap jauh lebih konservatif dalam mengelola portofolio mereka. Mereka berbondong-bondong menarik modal dari instrumen berisiko tinggi seperti pasar saham dan aset kripto untuk mengamankan likuiditas,” jelas David.

Arus dana global kini dialihkan secara masif ke aset-aset safe-haven yang dinilai lebih stabil dan tahan banting, seperti emas batangan dan mata uang dolar AS. Lonjakan permintaan ini diprediksi akan terus mendongkrak harga komoditas emas dan memperkuat nilai tukar dolar AS di pasar valuta asing dalam beberapa waktu ke depan.

Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, kondisi fiskal Indonesia masih menunjukkan fundamental yang terukur. Pemerintah secara resmi melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada paruh pertama tahun 2026 mencatatkan angka sebesar Rp196,5 triliun, atau setara dengan 0,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

BACA JUGA:   Ini adalah Saham Pilihan di Perdagangan Pekan Ini

Secara regulasi, angka defisit ini berada dalam batas yang sangat aman karena jauh di bawah batas maksimal undang-undang sebesar 3%. Kendati demikian, David mengingatkan bahwa laju belanja negara yang lebih cepat dibandingkan penerimaan tetap memberikan sinyal kewaspadaan bagi otoritas fiskal.

“Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mengelola pembiayaan negara dengan jauh lebih ketat dan selektif di paruh kedua tahun ini. Langkah ini penting guna meminimalisir risiko penambahan utang baru yang tidak efisien, sekaligus memastikan stabilitas makroekonomi domestik tetap kokoh di tengah gejolak global,” tambahnya.

Prospek dan Rekomendasi Saham

Memasuki pekan 13-17 Juli 2026, perhatian pasar akan berpusat pada agenda ekonomi penting dari luar negeri. Rilis data Tingkat Inflasi (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juni yang dijadwalkan pada hari Selasa menjadi indikator yang paling dinantikan, karena akan menjadi kompas utama pasar dalam membaca arah kebijakan suku bunga global.
Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rangkaian pidato dari para pejabat bank sentral AS (The Fed) serta rilis data pertumbuhan PDB Singapura.
Sementara itu dari dalam negeri, pergerakan nilai tukar Rupiah dan pasar saham domestik diproyeksikan masih akan dibayangi oleh dinamika ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
David merekomendasikan saham dan obligasi ini.

  1. Buy on Pullback PGEO (Current Price: 1,005, Entry: 975, Target Price: 1,070 (9.74%), Stop Loss: 945 (-3.08%) dan Risk to Reward Ratio 1:3.2). Emiten PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menunjukkan sinyal teknikal positif setelah berhasil breakout dari downtrend channel-nya yang mengindikasikan potensi pembalikan arah tren menuju penguatan. Momentum bullish ini semakin diperkuat oleh data Trade Flow AI Analytics yang mendeteksi adanya akumulasi smart money (dana institusi atau investor besar) yang cukup signifikan dalam satu minggu terakhir, menjadikannya menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar.
  2. Buy LSIP (Current Price: 1,295, Entry: 1,295, Target Price: 1,400 (8.11%), Stop Loss: 1,255 (-3.09%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.6). PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menunjukkan prospek positif dalam jangka pendek seiring adanya potensi kuat untuk keluar (breakout) dari formasi flag pattern yang sedang terbentuk. Sinyal pembalikan arah ini turut didukung oleh indikator MACD yang menunjukkan potensi kembali bergerak bullish (menguat), menandakan momentum akumulasi beli yang mulai kembali terbentuk bagi pergerakan saham LSIP ke depan.
  3. Buy on Pullback BUVA (Current Price: 845, Entry: 820-830, Target Price: 900 (9.76%), Stop Loss: 795 (-3.05%) dan Risk to Reward Ratio 1:3.2). PT Bukit Uluwatu Villa Tbk terpantau mulai bergerak sideways (mendatar) di dalam rentang Moving Average 5 (MA5) dan Moving Average 20 (MA20) yang mengindikasikan adanya fase konsolidasi harga di pasar. Di tengah pergerakan yang cenderung stabil tersebut, data perdagangan menunjukkan pergerakan smart money yang mulai melakukan akumulasi secara konsisten dalam satu minggu terakhir, memberikan sinyal awal adanya potensi penguatan lanjutan.
  4. Buy Obligasi PBS 038. Di tengah kondisi pasar saat ini, obligasi seri PBS 038 menjadi instrumen yang direkomendasikan bagi para investor yang mencari imbal hasil optimal. Obligasi berbasis syariah ini menawarkan daya tarik investasi yang kompetitif melalui perolehan tingkat kupon tahunan sebesar 6.87% serta potensi tingkat pengembalian (yield) yang mencapai angka 7.2%.
Tags: ipotrekomendasi saham mingguan
Previous Post

Ada Kans Naik Tapi Tetap Hati-hati, Enam Saham Ini Direkomendasikan: CUAN, DSSA, BUMI, AMMN, ASII, dan AADI

Next Post

Batam Dibidik Jadi Hub AI Data Center, Investasi Capai Rp 360 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR