Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu lalu ditutup naik 0.2%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~285 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, TLKM, DEWA dan ASII.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5950-6050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6050, IHSG masih rentan kembali koreksi.
“Akan tetapi, sebaliknya jika IHSG tembus 6050, ada potensi IHSG terus menguat hingga 6300. Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi akan berada di rentang 5850-5870 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 5970-6050,” sebut Fanny dalam risetnya, Senin (13/7/2026).
Trading Idea hari ini: CUAN, DSSA, BUMI, AMMN, ASII, dan AADI
- CUAN Spec Buy dengan area beli di 610-620, cutloss di bawah 605. Target dekat di 630-640.
- DSSA Spec Buy dengan area beli di 775-785, cutloss di bawah 770. Target dekat di 795-810.
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 139-141, cutloss di bawah 138. Target dekat di 144-146.
- AMMN Spec Buy dengan area beli di 3450-3500, cutloss di bawah 3420. Target dekat di 3550-3620.
- ASII Spec Buy dengan area beli di 4760-4800, cutloss di bawah 4750. Target dekat di 4850-4920.
- AADI Spec Buy dengan area beli di 8100-8175, cutloss di bawah 8050. Target dekat di 8225-8275.
Global Overnight Review
Wall Street Menguat, Saham-Saham Raksasa Teknologi. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/7), didorong kenaikan saham-saham raksasa teknologi seperti Nvidia dan Meta Platforms.
Indeks S&P 500 naik 0,42%, Nasdaq Composite menguat 0,29%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29%.
Saham Nvidia menjadi salah satu penopang utama penguatan Wall Street setelah melesat sekitar 4%. Selain itu, Meta Platforms melesat sekitar 6%.
Sementara di sektor semikonduktor, produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatat debut perdananya di Nasdaq. Saham perusahaan tersebut dibuka pada level US$170 per saham dan ditutup melonjak sekitar 13%, setelah sebelumnya ditawarkan pada harga US$149 per saham.
Kehadiran SK Hynix di bursa AS menimbulkan kekhawatiran sebagian investor karena dinilai berpotensi bersaing memperebutkan aliran dana dengan saham produsen memori asal AS, seperti Micron Technology.
Di sisi lain, penguatan juga didukung meredanya harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menghubungi Washington untuk mencapai kesepakatan.
Sejumlah pejabat dari Qatar dan Pakistan juga dilaporkan berupaya membawa kembali AS dan Iran ke meja perundingan.
Pemerintah AS menyatakan kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan teknis meskipun sebelumnya sempat terjadi serangan antara kedua negara.
Saham Chip Pimpin Rally Bursa Asia, Debut SK Hynix di AS Menarik Perhatian. Bursa saham Asia Sebagian besar menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu (10/7), dipimpin oleh saham-saham semikonduktor dan AI.
Investor mengesampingkan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, sementara perhatian pasar terfokus pada pencatatan perdana saham produsen chip Korea Selatan, SK Hynix, di Wall Street.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,2% dan Topix menguat 0,39%, kenaikan setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pemerintah akan mengkaji langkah untuk mendorong dana pensiun, termasuk Government Pension Investment Fund (GPIF), meningkatkan investasi pada aset keuangan domestik Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 2,5% dan Kosdaq melonjak 5,5%.
Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,6%, dan ASX 200 Australia bertambah 0,5%. Sedangkan, Taiex Taiwan melemah 0,8% dan dataran China turun 2%. Adapun bursa saham Taiwan ditutup akibat topan. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
