Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Astra International Tbk akan meluncurkan sejumlah aksi korporasi guna mengerek kinerja perseroan, baik dalam jangka pendek maupun untuk jangka panjang. Salah satunya adalah Astra International baru saja menyuntik PT Aplikasi Anak Bangsa atau Go-Jek senilai Rp2 triliun.
“Lalu akan banyak yang selesai pada tahun ini seperti jalan tol Cikopo-Palimanan, penyelesaian proyek (properti) Anandamaya dan Arumaya. Dan dalam waktu dekat akan banyak sekali corporate action,” ujar Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto usai RUPS di Jakarta, Rabu (25/4/2018).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dipublikasikan perseroan, Astra International membukukan pendapatan sebesar Rp206,05 triliun sepanjang 2017, atau naik 13,8% dibandingkan capaian perseroan pada 2016 yang tercatat sebesar Rp181,08 triliun.
Emiten otomotif dengan kode saham ASII tersebut berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp18,88 triliun pada 2017 atau naik 25% (yoy) dari Rp15,15 triliun.
Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Astra International Tbk memutuskan untuk membagikan dividen total Rp7,48 triliun untuk tahun buku 2017. Nilai tersebut merupakan 40% dari total laba bersih yang diraup perseroan pada tahun lalu yaitu Rp18,88 triliun.
Perseroan juga menyebut akan membayaran seluruh dividen pada 25 Mei 2018. Sebelumnya, emiten dengan kode saham ASII ini telah menunaikan dividen interim sebesar Rp2,22 triliun yang ditebar pada Oktober 2017.
Prijono Sugiarto mengungkapkan di tengah persaingan ketat pangsa pasar kendaraan nasional, volume penjualan otomotif perseroan tidak akan naik siginifikan. Kendati demikian, manajemen optimistis kinerja tahun ini dapat tetap tumbuh.
“Penjualan segmen otomotif mungkin tidak begitu meningkat. Tapi dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%-5,4% seperti yang ditargetkan pemerintah, seharusnya penjualan tidak terkoreksi besar,” kata Prijono.
