Jakarta, BusinessNews Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah. Dolar AS masih setia berada di atas Rp 13.900.
Mengutip Bloomberg, pada pukul 10.00 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,05% ke posisi Rp 13.928 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat, rupiah terdepresiasi 42 poin atau setara 0,30% menjadi Rp 13.930 per dollar AS.
Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengungkapkan penguatan dollar AS dalam beberapa waktu terakhir disokong oleh solidnya fundamental ekonomi di negara tersebut. Terlebih lagi, pertumbuhan ekonomi AS telah mencapai level 2,3% pada tahun lalu. Inflasi tahunan AS pun telah menyentuh level 2% pada tahun ini.
Di samping itu, data-data ekonomi AS yang dirilis belakangan ini terus menunjukan hasil yang positif. Seperti data tingkat pengangguran yang berada di level 4,1% untuk bulan Maret. Hasil positif dari sejumlah data ekonomi AS menjadi pemicu meningkatnya ekspektasi kenaikan Fed Fund Rate yang lebih agresif pada tahun ini.
Imbasnya, imbal hasil US Treasury bergerak naik sehingga memperkuat posisi dollar AS di hadapan mata uang global, termasuk rupiah. Lukman memprediksi, kurs rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp 13.925-Rp 13.950 per dollar AS.
