Jakarta, TopBusiness – Industri aset kripto Indonesia memasuki fase yang semakin matang. Jika beberapa tahun lalu persaingan didominasi oleh kemampuan mengakuisisi pengguna baru melalui promosi dan inovasi produk, kini pertumbuhan semakin ditentukan oleh faktor yang lebih fundamental: kemampuan membangun kepercayaan investor. Tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, keamanan digital, serta edukasi investor menjadi fondasi baru yang membedakan pelaku industri dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perubahan tersebut tercermin dalam Anugerah Ksatria CFX 2026, ketika Ajaib menerima Sadewa Award, penghargaan yang diberikan kepada anggota Bursa Kripto Indonesia (CFX) dengan pertumbuhan pangsa pasar aset kripto paling signifikan di Indonesia. Menurut Ajaib, penghargaan tersebut bukan hanya merefleksikan kinerja bisnis, tetapi juga mencerminkan pandangan Ajaib bahwa pertumbuhan industri ke depan semakin ditopang oleh kemampuan membangun kepercayaan pelayanan ke investor.
Momentum tersebut hadir di tengah terus berkembangnya ekosistem aset keuangan digital nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto telah mencapai 21,7 juta akun dengan nilai transaksi sebesar Rp22,98 triliun hingga April 2026. Sementara itu, jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 16 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir 2025, menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi formal. Pertumbuhan tersebut menandakan bahwa investasi kini tidak lagi menjadi aktivitas kelompok tertentu, melainkan mulai menjadi bagian dari perilaku finansial masyarakat Indonesia.
Co-Founder & CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, mengatakan bahwa perubahan perilaku investor tersebut turut mengubah cara perusahaan membangun pertumbuhan. “Beberapa tahun lalu, kompetisi industri investasi digital identik dengan seberapa cepat memperoleh pengguna baru. Hari ini, indikator tersebut telah bergeser. Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas kepercayaan. Investor semakin kritis dalam memilih platform yang memiliki tata kelola yang baik, keamanan yang kuat, serta komitmen terhadap perlindungan konsumen. Bagi kami, penghargaan ini merupakan validasi bahwa inovasi harus selalu berjalan beriringan dengan kepercayaan,” jelasnya.
Menurut Anderson, meningkatnya jumlah investor ritel merupakan perkembangan positif bagi pasar keuangan Indonesia. Namun, pertumbuhan tersebut juga meningkatkan tanggung jawab seluruh pelaku industri untuk memastikan bahwa setiap inovasi tetap mengedepankan integritas, transparansi, dan perlindungan investor. Dalam industri yang semakin dewasa, kepercayaan tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan prasyarat bagi keberlanjutan bisnis.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif penguatan perlindungan investor. Salah satunya adalah peningkatan standar keamanan platform yang diumumkan perusahaan pada awal Juni 2026. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Ajaib dalam membangun kepercayaan investor di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap layanan keuangan digital.
Langkah tersebut meliputi evaluasi berkala terhadap sistem keamanan, implementasi autentikasi berlapis melalui Two-Factor Authentication, peningkatan edukasi keamanan digital kepada nasabah, penguatan mitigasi terhadap berbagai modus penipuan digital, serta dorongan bagi investor untuk secara aktif memantau aktivitas akun mereka.
Bagi Ajaib, membangun kepercayaan investor tidak berhenti pada penyediaan akses investasi yang mudah, tetapi juga melalui penguatan perlindungan konsumen. Karena itu, perusahaan secara berkelanjutan meningkatkan standar keamanan platform, termasuk melalui penerapan autentikasi berlapis, edukasi keamanan digital, serta penguatan mitigasi terhadap berbagai modus penipuan daring.
Direktur Utama PT Ajaib Sekuritas Asia, Juliana, mengatakan bahwa keamanan digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman berinvestasi. Kepercayaan investor tidak dibangun hanya pada saat seseorang mulai berinvestasi, tetapi dalam setiap interaksi mereka dengan platform Ajaib.
“Karena itu, Ajaib terus memperkuat sistem keamanan, meningkatkan edukasi keamanan digital, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap perlindungan platform agar setiap investor dapat berinvestasi dengan lebih aman dan percaya diri. Di tengah meningkatnya ancaman siber, perlindungan investor akan selalu menjadi prioritas kami,” paparnya.
Komitmen terhadap keamanan juga sejalan dengan tantangan yang masih dihadapi sektor jasa keuangan Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51%, sementara tingkat literasi keuangan berada pada 66,46%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan berkembang lebih cepat dibanding pemahamannya, sehingga edukasi dan perlindungan konsumen menjadi semakin penting dalam mendukung pertumbuhan industri yang sehat.
Bagi Ajaib, Sadewa Award bukan sekadar pengakuan atas pertumbuhan pangsa pasar. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi refleksi atas perubahan standar kompetisi industri aset kripto Indonesia. Di tengah meningkatnya partisipasi investor dan semakin tingginya ekspektasi terhadap keamanan serta tata kelola, pertumbuhan industri aset kripto ke depan diperkirakan akan semakin ditentukan oleh kemampuan pelaku industri membangun kepercayaan.
Penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan bukan sekadar hasil dari pertumbuhan, melainkan fondasi yang memungkinkan pertumbuhan tersebut terus berkelanjutan. Kemampuan membangun kepercayaan melalui tata kelola yang baik, perlindungan investor, dan keamanan digital akan semakin menentukan daya saing pelaku industri di masa depan.
