Jakarta, TopBusiness – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya. Proyek strategis tersebut ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada awal Agustus 2026.
Untuk memastikan kesiapan proyek, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti, serta sejumlah pihak terkait meninjau langsung lokasi pembangunan PSEL di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin (13/7/2026).
Peninjauan difokuskan pada kesiapan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas PSEL, termasuk area pengolahan fly ash dan bottom ash (FABA), yaitu residu hasil pembakaran sampah menggunakan teknologi insinerator.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Bidang Pangan Nani Hendiarti mengatakan, lahan seluas sekitar 8,7 hektare telah disiapkan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Residu dari proses PSEL ini sebenarnya masih bisa dimanfaatkan, sehingga lahannya juga sudah dipersiapkan. Yang kami pastikan sekarang adalah kesiapan lahan sebelum groundbreaking yang direncanakan awal Agustus,” ujar Nani.
Menurutnya, lokasi yang dipilih memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan alternatif sebelumnya. Selain akses yang lebih baik, kawasan tersebut akan berdekatan dengan fasilitas pengolahan sampah lama menggunakan teknologi pirolisis yang dibangun oleh TNI.
“Di seberangnya nanti akan ada fasilitas pirolisis untuk mengolah sampah lama di TPA, sementara PSEL ini mengolah sampah baru. Lahannya juga relatif datar sehingga hanya membutuhkan sedikit pekerjaan cut and fill. Ini membuat proses pembangunan bisa dipercepat sesuai arahan pemerintah,” katanya.
Nani menambahkan, percepatan pembangunan PSEL Bogor Raya menjadi perhatian pemerintah pusat. Untuk itu, Kemenko Bidang Pangan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Danantara sebagai pihak pelaksana investasi guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah di wilayah Bogor Raya hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama berbagai pihak.
“Urusan sampah ini tidak mungkin selesai tanpa kolaborasi dan sinergi. Ada TNI, pemerintah pusat, pemerintah kota dan kabupaten yang bersama-sama berupaya mempercepat groundbreaking sehingga penanganan sampah dari hulu hingga hilir bisa segera dituntaskan,” kata Dedie.
Ia berharap kehadiran tim dari Kemenko Bidang Pangan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala teknis maupun administratif yang masih dihadapi sehingga pembangunan dapat segera dimulai.
“Insyaallah dengan kedatangan Ibu Deputi ini semua hal yang masih menjadi hambatan bisa segera terakselerasi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor dalam penanganan sampah telah terjalin sejak lama dan terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung terealisasinya pembangunan PSEL Bogor Raya sebagai solusi pengelolaan sampah yang terintegrasi bagi kedua daerah.
