TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bahlil: Devisa Ekspor Batu Bara Capai Rp 268 Triliun, PNBP Lampaui 60 Persen Target Semester I

Albarsyah
21 July 2026 | 16:07
rubrik: Business Info
Realisasi Investasi Hulu Migas Triwulan 1 2023 Meningkat 25,3%

Jakarta, TopBusiness – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan ekspor batu bara telah memberikan kontribusi devisa yang signifikan bagi negara. Hingga saat ini, devisa dari ekspor komoditas tersebut mencapai sekitar US$14 miliar hingga US$15 miliar atau setara Rp250 triliun hingga Rp268 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS.

Bahlil mengatakan capaian tersebut mencerminkan mulai membaiknya kinerja sektor batu bara di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Menurutnya, kondisi tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan batu bara di pasar internasional.

“Devisa ekspor batu bara yang sudah mencapai kurang lebih sekitar US$14-15 miliar. Ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika global yang tidak menentu, desain kita dalam menjaga supply and demand agar harga komoditas tetap terjaga sudah mulai menunjukkan tanda-tanda yang membaik,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan, perkembangan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari laporan mengenai kondisi sektor energi dan pertambangan.

Menurut Bahlil, perolehan devisa dari hasil penjualan batu bara yang mendekati US$15 miliar menjadi indikator bahwa pasar batu bara menunjukkan tren yang semakin positif.

Selain kontribusi terhadap devisa negara, Bahlil juga mengungkapkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor batu bara pada semester pertama 2026 telah melampaui 60 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.

“Pendapatan PNBP kita sampai dengan enam bulan atau semester pertama sudah mencapai lebih dari 60 persen,” kata Bahlil.

Capaian tersebut menunjukkan sektor batu bara masih menjadi salah satu penopang penting penerimaan negara, sekaligus memberikan kontribusi terhadap devisa nasional di tengah kondisi pasar global yang terus berfluktuasi.

BACA JUGA:   New Chevrolet Captiva Diluncurkan
Tags: kementerian esdm
Previous Post

Indonesia Disebut Terapkan Biodiesel Tertinggi Dunia, Ini Indikator Keberhasilannya

Next Post

FIFGROUP Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Intelligence GRC, Risiko dan Kepatuhan Jadi Kekuatan Strategis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR