TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

FIFGROUP Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Intelligence GRC, Risiko dan Kepatuhan Jadi Kekuatan Strategis

Mi’roji
21 July 2026 | 16:16
rubrik: Business Info, Event, GCG
FIFGROUP Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Intelligence GRC, Risiko dan Kepatuhan Jadi Kekuatan Strategis

Jakarta, TopBusiness – PT Federal International Finance (FIFGROUP) terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) sebagai bagian penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Strategi tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema “Sustainability by Design: Driving Business Growth through Intelligence GRC”, FIFGROUP menempatkan GRC bukan sekadar sebagai fungsi pengawasan dan pemenuhan regulasi. GRC didorong masuk lebih dalam ke proses bisnis sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan, mengendalikan risiko, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keberlanjutan perusahaan.

Risk Management Division Head FIFGROUP, Johan Oscar, menjelaskan pendekatan tersebut menjadikan GRC sebagai kompas strategis dalam menjalankan bisnis.

“GRC kami tempatkan sebagai strategic compass yang mendukung perusahaan dalam mengambil keputusan lebih baik, mengendalikan risiko secara proaktif, memperkuat kepatuhan, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Johan dalam pemaparannya.

Menurut Johan, penerapan GRC tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dalam berbagai proses bisnis. Mulai dari pengembangan produk, penilaian kredit, operasional, pelayanan kepada konsumen hingga keputusan strategis perusahaan.

“GRC harus terintegrasi dalam proses bisnis. Dengan begitu, penerapannya tidak hanya berfungsi sebagai kontrol, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi bisnis dan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Untuk memperkuat penerapannya, FIFGROUP membangun GRC Integration Model yang menghubungkan kepatuhan terhadap regulasi, proses bisnis, manajemen risiko, inovasi, hingga keberlanjutan perusahaan.

Model tersebut menempatkan GRC dalam sejumlah peran sekaligus, mulai dari memastikan pemenuhan kewajiban kepada regulator, menjadi bagian dalam proses bisnis, mendukung manajemen risiko hingga menjadi mitra inovasi dan penggerak keberlanjutan.

“Kami ingin pengelolaan risiko berjalan seiring dengan kebutuhan bisnis. Risiko harus dapat diidentifikasi lebih awal sehingga perusahaan memiliki ruang untuk mengambil keputusan dan menentukan mitigasi yang tepat,” jelas Johan.

BACA JUGA:   FIF Group Fokuskan Empat Pilar Dalam Program CSR

Dalam pengelolaan risiko, FIFGROUP menerapkan kerangka ISO 31000:2018 yang mencakup proses identifikasi, analisis, evaluasi hingga penanganan risiko. Penerapannya juga dilengkapi dengan proses monitoring dan review secara berkelanjutan.

Perusahaan turut menggunakan stress test sebagai analisis skenario untuk mengukur potensi dampak kondisi ekstrem terhadap kinerja keuangan dan profil risiko. Langkah tersebut digunakan untuk menguji ketahanan bisnis sekaligus mempersiapkan perusahaan menghadapi berbagai kemungkinan perubahan kondisi di masa mendatang.

FIFGROUP juga mengembangkan Key Risk Indicator (KRI) untuk membantu memantau perubahan tingkat risiko agar potensi persoalan dapat diketahui lebih dini.

“Key Risk Indicator menjadi salah satu alat bagi kami untuk mendapatkan peringatan dini. Dengan informasi risiko yang lebih cepat, langkah antisipasi dan pengambilan keputusan juga dapat dilakukan secara lebih tepat,” ungkap Johan.

Sementara dalam aspek kepatuhan, FIFGROUP menjalankan Compliance Management System yang mengintegrasikan regulation assessment, analisis kesenjangan, pemenuhan kewajiban, hingga pemantauan secara berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi turut mengambil peran. Microsoft Tools digunakan sebagai early warning system dan sarana monitoring kepatuhan, mulai dari pengelolaan daftar kewajiban, penyampaian dan validasi bukti hingga penyajian compliance register dashboard.

Hasilnya, materi penjurian mencatat Compliance Index FIFGROUP pada 2025 mencapai 98,69 persen. Penilaian tersebut mencakup 825 parameter kepatuhan yang tersebar pada 30 fungsi dan 246 cabang perusahaan.

“Kepatuhan bukan hanya soal memenuhi regulasi. Yang kami bangun adalah bagaimana kepatuhan menjadi bagian dari proses kerja dan budaya perusahaan sehingga dapat mendukung bisnis secara berkelanjutan,” tutur Johan.

Perhatian terhadap tata kelola juga menyentuh perlindungan data pribadi. FIFGROUP menerapkan pendekatan Privacy by Design yang selaras dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Pendekatan tersebut mencakup tata kelola privasi, pencatatan aktivitas pemrosesan data, penilaian risiko privasi, pengamanan data, pembangunan budaya privasi hingga monitoring secara berkelanjutan. Persyaratan perlindungan data juga diintegrasikan sejak tahap awal pengembangan produk, sistem digital, proses bisnis, dan kerja sama dengan pihak ketiga.

BACA JUGA:   Kembali, FIFGROUP Raih Most Reputable Companies Award 2025

Seluruh langkah tersebut kemudian dipadukan dalam konsep Sustainability by Design. Prinsip keberlanjutan tidak ditempatkan sebagai program yang berjalan terpisah, tetapi diintegrasikan sejak awal ke dalam strategi, produk, operasional, tata kelola, dan keputusan risiko.

“Keberlanjutan harus dibangun sejak awal dalam setiap keputusan dan proses bisnis. Melalui Intelligence GRC, kami ingin menciptakan nilai yang berkelanjutan sekaligus memastikan perusahaan tetap tangguh menghadapi perubahan,” kata Johan.

Dengan pendekatan tersebut, FIFGROUP berupaya menjadikan GRC bukan sebagai “rem” yang membatasi gerak bisnis, melainkan fondasi yang membantu perusahaan tumbuh dengan tetap menjaga tata kelola, mengendalikan risiko, memastikan kepatuhan, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Tags: FIFPT Federal International Finance
Previous Post

Bahlil: Devisa Ekspor Batu Bara Capai Rp 268 Triliun, PNBP Lampaui 60 Persen Target Semester I

Next Post

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Dibangun di Lampung, Kapasitas Capai 1.167 Ton per Hari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR