Jakarta, TopBusiness – PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) memperkuat strategi inovasi melalui Trisula Innovation Center (TIC) guna mendukung layanan kustomisasi produk dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri tekstil yang semakin ketat.
Perseroan menilai pendekatan berbasis inovasi dan kustomisasi menjadi pembeda utama dibandingkan pelaku industri tekstil yang umumnya masih mengandalkan produksi massal. Melalui TIC, BELL mampu mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan, mulai dari tahap desain hingga pengelolaan pasar.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan inovasi berkelanjutan menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat posisi di pasar domestik maupun internasional.
“Inovasi berkelanjutan adalah tulang punggung strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil. Melalui Trisula Innovation Center, kami tidak hanya mengembangkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan layanan kustomisasi yang menjadi pembeda utama kami dari pemain lain yang cenderung produksi massal,” ujar Karsongno dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Melalui layanan tersebut, pelanggan dapat menentukan berbagai spesifikasi produk sesuai kebutuhan, mulai dari bahan baku, tekstur kain, warna, hingga karakteristik khusus lainnya. BELL juga mengembangkan berbagai produk kain fungsional seperti kain ramah lingkungan, antibakteri, kain daur ulang, serta kain dengan tingkat elastisitas tertentu untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Menurut perseroan, fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan menjadi nilai tambah yang penting untuk mempertahankan daya saing di tengah tekanan industri tekstil global.
TIC sendiri berperan sebagai platform kolaborasi antara perusahaan dan pelanggan dalam proses pengembangan produk. Kehadiran pusat inovasi tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya produk-produk baru yang memiliki nilai tambah sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Selain mendukung inovasi produk, TIC juga menjadi salah satu instrumen yang digunakan BELL untuk memperluas pasar ekspor. Perseroan menargetkan kontribusi ekspor meningkat menjadi sekitar 10 persen pada 2026, dari posisi saat ini yang masih didominasi pasar domestik dengan kontribusi sekitar 90 persen terhadap pendapatan.
Untuk mencapai target tersebut, BELL bersama TIC akan menggelar empat online live trade show yang ditujukan untuk memperkenalkan produk dan menjangkau calon pelanggan di pasar internasional.
Di sisi kinerja, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8 persen sepanjang tahun ini. Selain menggarap pasar ekspor, BELL juga melihat peluang dari permintaan instansi pemerintah, terutama untuk segmen seragam korporasi dan produk jadi.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, perusahaan akan mengoptimalkan kapasitas pabrik garmen yang berlokasi di Solo guna mendukung peningkatan produksi dan memenuhi permintaan pasar.
Melalui kombinasi inovasi produk, layanan kustomisasi, dan penguatan pasar ekspor, BELL berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing industri tekstil nasional di tengah perubahan kebutuhan konsumen dan dinamika pasar global.
