TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bridgestone Indonesia Ekspor ke 70 Negara, Soroti Tantangan Pasokan Karet dan Regulasi UE

Nurdian Akhmad
22 July 2026 | 10:40
rubrik: Business Info
Bridgestone Indonesia Ekspor ke 70 Negara, Soroti Tantangan Pasokan Karet dan Regulasi UE

Foto: Dok. Kemendag

Jakarta, TopBusiness – PT Bridgestone Tire Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu eksportir ban nasional dengan menjangkau sekitar 70 negara tujuan ekspor. Di tengah upaya memperluas pasar global, perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan mulai dari pasokan bahan baku karet alam hingga regulasi perdagangan di pasar internasional.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Perdagangan Budi Santoso dan manajemen Bridgestone Indonesia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi peningkatan ekspor, penguatan investasi, serta berbagai kendala yang memengaruhi daya saing industri ban nasional.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan saat ini produk Bridgestone Indonesia telah dipasarkan ke sekitar 70 negara, dengan Australia, Jepang, dan Malaysia menjadi pasar ekspor utama.

Mukiat mengapresiasi dukungan pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan yang dijalin Indonesia dengan negara mitra.

Namun demikian, ia mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi perusahaan. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan karet alam domestik akibat penurunan produksi nasional, sehingga perusahaan masih perlu mengimpor sebagian bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Selain itu, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap sejumlah komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran proses produksi.

Di pasar ekspor, Bridgestone Indonesia juga menghadapi tantangan baru dari penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mengatur ketat rantai pasok produk berbasis komoditas seperti karet yang masuk ke Uni Eropa (UE).

Karena itu, perusahaan berharap penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penurunan tarif bea masuk dan kemudahan akses pasar.

BACA JUGA:   Kontribusi Ekspor UMKM Masih Kecil, Inilah Dukungan Pemerintah

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung industri ban nasional untuk meningkatkan ekspor dan memperluas pasar internasional.

“Kemendag berkomitmen untuk terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui perundingan perdagangan yang telah berjalan maupun yang sedang dirundingkan,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, Indonesia saat ini telah memiliki 20 perjanjian dagang yang telah berlaku, 15 perjanjian dalam tahap ratifikasi, dan 11 perjanjian yang masih dinegosiasikan, termasuk IEU-CEPA yang diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk nasional di pasar Eropa.

Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga terus meningkatkan kemudahan layanan ekspor, salah satunya melalui otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) untuk negara-negara mitra perdagangan guna mempercepat proses ekspor.

Menanggapi berbagai masukan dari Bridgestone Indonesia, Budi memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi industri ban nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga daya saing produk ban Indonesia di tengah persaingan global sekaligus mendukung peningkatan ekspor manufaktur bernilai tambah dari dalam negeri.

Tags: Bridgestone IndonesiaIndustri Ban
Previous Post

Ada Kebutuhan KRL hingga 156 Rangkaian, KAI dan INKA Perkuat Sinergi

Next Post

BNI Raih Penghargaan Bank UMKM dan Trade Finance Terbaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR