Jakarta, TopBusiness – Kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kepada ekspor nasional saat ini baru 15,7 persen dari total ekspor nasional. Angka tersebut masih di bawah Singapura (41 persen) dan Thailand (29 persen).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan, fakta itu menjadi pekerjaan besar bagi Indonesia.
“Hal tersebut tentu saja menjadi pekerjaan besar kita. Pasalnya, Presiden Joko Widodo pernah berpesan agar UMKM kita tidak hanya harus terus naik kelas, go digital, menguasai pasar lokal, namun juga harus mampu go international untuk menembus pasar ekspor dan pasar global,” tutur Menko Airlangga dalam sambutan pembukaan “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia” yang dikutip, Selasa (23/7/2024).
Sebagai bentuk dukungan ekspor oleh UMKM, pemerintah Indonesia membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Ekspor Nasional. Di dalamnya tergabung Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Ekspor UMKM.
Kantor Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terlibat sebagai anggota di satgas tersebut. Airlangga, dalam kesempatannya, mengapresiasi KADIN Indonesia dan HM Sampoerna selaku salah satu penyelenggara “Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia”.
“Saya sangat mengapresiasi langkah KADIN Indonesia dan Sampoerna untuk terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar bisa naik kelas hingga merambah pasar global. Besar harapan saya melalui kegiatan seperti Pesta Rakyat UMKM ini dapat memunculkan berbagai bentuk kolaborasi baru untuk mendorong UMKM Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri global,” kata Airlangga dalam acara yang diinisiasi KADIN Indonesia, HM Sampoerna, dan Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia itu.
Peningkatan akses informasi pasar juga perlu ditingkatkan untuk mendorong ekspor produk UMKM Indonesia. Salah satunya melalui keterlibatan perwakilan Indonesia di negara lain, diaspora Indonesia, serta lembaga di negara mitra.
Oleh karenanya, pemerintah mengapresiasi program WikiExport, yang merupakan kerja sama KADIN Indonesia dengan Jepang. Platform ini berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk menghubungkan UMKM dengan para pelaku usaha dan pembeli asal Jepang.
“Dengan diluncurkannya WikiExport, para UMKM diharapkan dapat memanfaatkannya untuk memperoleh berbagai informasi berkaitan ekspor dengan mudah. Ke depan, saya mendorong agar program serupa dapat diinisiasi dengan negara-negara lainnya,” ujar Airlangga.
WikiExport merupakan inisiatif KADIN Indonesia sejak Oktober 2022, bersamaan dengan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas. Hingga kini, tercatat lebih dari 200 UMKM yang sudah mendapatkan pendidikan dan pelatihan ekspor bersertifikat melalui program tersebut. Pada 2023, program WikiExport telah berhasil membawa 9 UMKM Indonesia siap ekspor untuk mengikuti pencocokan bisnis (business matching).
Sementara itu, HM Sampoerna dianggap konsisten membina pelaku UMKM agar semakin naik kelas, bahkan merambah pasar global. Melalui program Sampoerna untuk Indonesia, Sampoerna memiliki dua program unggulan untuk pemberdayaan UMKM.
Program-program tersebut ialah jaringan toko kelontong Sampoerna Retail Community (SRC) dan pusat pelatihan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Keduanya diklaim telah membina lebih dari 320.000 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia.
“Ke depan, saya minta untuk bisa kerja sama dengan Kartu Prakerja. Prakerja dalam tiga tahun sudah 18 juta alumni yang diberikan pelatihan. Ini tadi menurut datanya ada 250.000 dari SRC dan 70.000 dari SETC, bagi pemerintah itu terlalu kecil (yang dilatih), harus bisa naik ke ratusan ribu, supaya entrepreneur kita juga bisa ratusan ribu. Bisa dimulai dengan paket online (daring) dulu, baru nanti masuk offline (luring)-nya,” kata Airlangga.
