TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produksi Gas Indonesia Diproyeksikan Melonjak, Ditopang Proyek Migas Baru

Albarsyah
23 July 2026 | 13:26
rubrik: Business Info
Dua Jurus Bahlil TIngkatkan Realisasi Investasi 2022

Jakarta, TopBusiness – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan produksi gas bumi Indonesia akan meningkat hingga 150% dalam lima tahun ke depan. Proyeksi tersebut didorong oleh mulai beroperasinya sejumlah proyek pengembangan blok minyak dan gas bumi (migas), termasuk temuan cadangan besar di Kalimantan Timur serta pengembangan Blok Masela.

Menurut Bahlil, peningkatan produksi gas tersebut akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat hilirisasi industri sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

“Gas Bapak Ibu semua pada 5 tahun ke depan produksi gas kita itu naik 150% daripada lifting kita sekarang. Kita sekarang kan kurang lebih sekitar ya hampir 1 juta lah untuk gas,” kata Bahlil dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta.

Ia menjelaskan, salah satu kontributor utama peningkatan produksi berasal dari blok migas yang ditemukan di Kalimantan Timur dan dikembangkan oleh ENI bersama Petronas. Proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2029.

“Blok yang kita baru temukan di Kalimantan Timur ENI ya perusahaan ENI yang bekerja sama dengan Petronas. Itu nanti pada 2029 mereka akan memproduksi kurang lebih sekitar 3.000 MM per day itu tidak sedikit 7 TCF,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pengembangan Blok Masela. Bahlil mengatakan proyek tersebut diperkirakan akan memberikan tambahan produksi gas yang signifikan, di samping blok-blok migas baru lainnya yang telah ditemukan.

“Blok Masela yang kemarin kita groundbreaking resmikan itu 1.200 MM. Belum lagi blok-blok lain yang kita sudah dapatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa optimalisasi pemanfaatan gas bumi diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, arah kebijakan energi nasional tetap mengedepankan penggunaan energi bersih, efisiensi energi, serta pemanfaatan sumber daya energi yang berasal dari dalam negeri.

BACA JUGA:   Pemerintah Targetkan 71 GW dari EBT

“Keberpihakan negara akan ditentukan dari yang pertama adalah tetap kita pakai energi bersih yang kedua adalah energi yang efisien dan yang ketiga adalah energi itu bisa dihasilkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Tags: kementerian esdm
Previous Post

NAYZ Klarifikasi Transaksi Material, Pastikan Seluruh Tahapan Akan Melalui Persetujuan RUPS

Next Post

Hidrogen Disiapkan Jadi Energi Massa Masa Depan, PLN Optimalkan Pasokan Surplus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR