Jakarta, TopBusiness – PT Elnusa Tbk (Elnusa), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, terus mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui perannya sebagai mitra strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Dukungan tersebut diwujudkan melalui implementasi teknologi Dual Completion di Adera Field.
Implementasi Dual Completion menjadi bagian dari strategi pengembangan lapangan PHR Zona 4 untuk mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah memasuki fase mature field. Teknologi ini melengkapi berbagai upaya pengembangan yang telah dilakukan, seperti development drilling, step out drilling, dan optimalisasi reservoir guna meningkatkan efisiensi pemanfaatan cadangan hidrokarbon.
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk Andri Haribowo mengatakan kolaborasi dengan PHR Zona 4 mencerminkan komitmen Elnusa dalam menghadirkan solusi operasi yang memberikan nilai tambah bagi industri hulu migas nasional.
“Keberhasilan implementasi Dual Completion bersama PHR Zona 4 merupakan bukti bahwa sinergi antara operator dan perusahaan jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien,” ujar Andri dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Dalam pelaksanaan kerja sama tersebut, Elnusa memberikan dukungan melalui kapabilitas Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta pelaksanaan operasi lapangan yang mengedepankan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Kapabilitas tersebut memungkinkan pekerjaan completion dilaksanakan secara tepat waktu, aman, dan sesuai standar operasional. Langkah ini mendukung optimalisasi produksi lapangan PHR Zona 4 sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan lapangan migas Pertamina.
Melalui implementasi Dual Completion pada sumur BNG-D14 di Adera Field, dua reservoir dapat diproduksikan melalui satu sumur tanpa memerlukan pengeboran sumur baru pada setiap lapisan. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan, mengurangi kebutuhan intervensi sumur, serta mengoptimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif, sehingga menjadi solusi yang efektif bagi lapangan migas yang telah memasuki fase mature.
Menurut Andri, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara operator dan penyedia jasa energi memiliki peran penting dalam menciptakan operasi yang semakin efektif, aman, dan berkelanjutan. “Kami percaya keberhasilan peningkatan produksi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antar entitas Pertamina Group,” tutup Andri.
