Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 19,16 poin atau 0,30% ke level 6.315,31 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/7/2026).
Meski berakhir di zona merah, aktivitas perdagangan masih tergolong ramai. Total volume transaksi mencapai 62,94 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp23,78 triliun. Sebanyak 321 saham menguat, 299 saham melemah, dan 176 saham ditutup tidak mengalami perubahan.
Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama sektor perbankan yang memiliki bobot dominan terhadap pergerakan indeks. Selain itu, pelemahan pada saham sektor telekomunikasi dan otomotif turut membebani laju indeks.
Beberapa saham yang menjadi kontributor pelemahan IHSG di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun ke Rp6.000 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah ke Rp4.120, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun ke Rp5.850, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terkoreksi ke Rp2.730, serta PT Astra International Tbk (ASII) melemah ke Rp5.125.
Secara teknikal, koreksi IHSG masih dinilai sebagai pelemahan yang sehat setelah indeks mencatat penguatan dalam beberapa sesi terakhir. Aksi ambil untung oleh investor menjadi faktor utama yang mendorong tekanan jual, terutama pada saham-saham unggulan yang sebelumnya telah mengalami kenaikan.
Di sisi lain, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa minat beli investor masih tetap terjaga, meski berlangsung secara selektif pada saham-saham dengan prospek kinerja yang dinilai menarik.
Pelaku pasar juga masih mencermati berbagai sentimen eksternal, seperti arah kebijakan suku bunga global, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta perkembangan harga komoditas. Sementara dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada musim rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Untuk perdagangan berikutnya, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan level 6.300 sebagai area penopang utama. Apabila mampu bertahan di atas level tersebut, peluang indeks melanjutkan penguatan masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, investor diperkirakan tetap akan mengedepankan strategi selektif dengan fokus pada saham-saham berfundamental kuat.
Data AI
