TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Jago Catatkan Laba Bersih Rp189 Miliar, Meningkat 49% di Semester I

Busthomi
23 July 2026 | 16:14
rubrik: Capital Market
Penuhi Kebutuhan Nasabah, Bank Jago Rilis Aplikasi Digital Berbasis Life-Centric

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Jago Tbk (IDX: ARTO) terus melanjutkan pertumbuhan dengan fundamental yang solid. Ini tercermin dari kinerja positif sepanjang semester I-2026 yang menunjukkan peningkatan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), maupun penyaluran kredit.

Hingga akhir Juni 2026, Bank Jago telah melayani 20,1 juta nasabah, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Total nasabah Bank Jago bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan posisi akhir semester I-2025 yang sebanyak 17,2 juta nasabah.

Peningkatan jumlah nasabah berkontribusi positif terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir paruh pertama tahun ini, total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun, meningkat 23% dari Rp22,4 triliun pada akhir Juni 2025.

Porsi current account and savings account (CASA) mendominasi DPK sebesar 53% atau setara Rp14,6 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47% atau Rp13,1 triliun.

Di sisi lain penyaluran kredit tercatat sebesar Rp26,6 triliun pada akhir semester I-2026, meningkat 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp21,4 triliun.

Bank Jago berupaya untuk selalu menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,8%, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.

¨Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis. Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris, Kamis (23/7/2026).

Salah satunya kolaborasi Bank Jago dengan ekosistem Bibit dan Stockbit memungkinkan nasabah terhubung langsung dan seamless untuk membeli produk investasi, seperti reksadana, obligasi, dan saham. Lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago terhubung dengan Aplikasi Bibit dan Stockbit.

BACA JUGA:   Laba Capai Rp5,1 Triliun, OCBC Pertahankan Pertumbuhan Berkelanjutan di 2025

Sementara kolaborasi Bank Jago dengan mitra (partner) penyaluran kredit ekosistem dan platform digital dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance, membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan, sekaligus menumbuhkan portofolio kredit Bank Jago dengan lebih cepat dan terukur.

Penyaluran kredit melalui partner ini terus menjadi motor utama bisnis pembiayaan Bank Jago.

“Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas,” jelas Arief.

Sebagai salah satu komitmen Bank Jago dalam konsep pembiayaan yang bertanggung jawab, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago yang membantu debitur memahami kesehatan finansialnya terkait pinjaman atau kredit.

Melalui Rapor Kredit, debitur dapat mengakses informasi kesehatan kreditnya secara lebih mudah, jelas, dan transparan langsung dari Aplikasi Jago sehingga bisa lebih mengenali kapasitas finansialnya serta mengambil keputusan pinjaman dengan informasi yang lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan.

Sampai akhir Juni 2026, aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun, tumbuh 28% dibandingkan akhir Juni 2025 yang sebesar Rp32,4 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, profitabilitas juga meningkat dengan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp189 miliar, meningkat 49% dari Rp127 miliar pada akhir Juni 2025.

Dengan kondisi fundamental yang kuat, Bank Jago memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di level 28,4%. Ini menunjukkan tingkat permodalan yang kuat bagi Bank Jago untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.

“Kami ingin Bank Jago dikenal bukan hanya sekadar bank di saku nasabah tetapi menjadi bank berbasis teknologi yang membantu nasabah, mitra ekosistem, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesempatan tumbuh mereka secara bersama-sama melalui inovasi dan kolaborasi yang berdampak positif di masa depan,” pungkas Arief.

Tags: ARTOBank JagoKinerja emitenkinerja keuangan
Previous Post

Indah Kiat Perkuat GRC untuk Topang Strategi Bisnis Berkelanjutan

Next Post

IHSG Ditutup Melemah, Aksi Profit Taking pada Saham Big Caps Tekan Indeks

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR