TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di TOP GRC Awards 2026, Samir Ubah GRC Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Teguh Imam Suyudi
24 July 2026 | 15:06
rubrik: Business Info, Event, GCG
Di TOP GRC Awards 2026, Samir Ubah GRC  Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Dengan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang terintegrasi, PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menempatkan GRC bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan sebagai keunggulan strategis untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menjaga kepercayaan regulator, serta mendorong pertumbuhan fintech lending yang sehat.

Jakarta, TopBusiness – Di tengah semakin ketatnya regulasi industri financial technology (fintech lending), penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) menjadi salah satu faktor pembeda yang menentukan keberlanjutan perusahaan. PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menempatkan GRC bukan hanya sebagai instrumen kepatuhan, melainkan sebagai fondasi dalam membangun bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali mengantarkan Samir menjadi kandidat TOP GRC Awards 2026. Tahun sebelumnya, perusahaan berhasil meraih penghargaan TOP GRC Awards Bintang 4, sebuah pengakuan atas implementasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang dinilai mampu mendukung kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Hal itu mengemuka dalam Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2026 yang berlangsung secara daring, Jumat (24/7/2026). Hadir mewakili perusahaan, Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek, Handy Juniandri, memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan perusahaan dalam memperkuat implementasi GRC.

“Penerapan prinsip Governance, Risk, and Compliance merupakan faktor kunci dalam menciptakan keberlanjutan bisnis jangka panjang. GRC yang efektif tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mendukung integritas operasional dan pertumbuhan berkelanjutan di pasar yang semakin kompetitif,” ujar Handy.

Membangun Fondasi Bisnis yang Tangguh

Menurut Handy, target utama Samir bukan semata mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi membangun perusahaan yang mampu bertahan menghadapi perubahan regulasi maupun dinamika ekonomi.

Perusahaan menargetkan terciptanya fondasi bisnis yang adaptif terhadap perubahan regulasi, tahan menghadapi gejolak ekonomi, sekaligus memperoleh kepercayaan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk mencapai tujuan tersebut, Samir memperkuat sistem tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta kepatuhan secara menyeluruh.

BACA JUGA:   Industri Kapal Indonesia Jadikan Penerapan GRC sebagai Budaya Perusahaan

Strategi tersebut diwujudkan melalui penerapan tiga pilar utama GRC, yakni Governance, Risk, dan Compliance.

Pada aspek governance, perusahaan memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan integritas pengambilan keputusan. Dari sisi manajemen risiko, Samir menerapkan pengelolaan risiko secara proaktif untuk meminimalkan potensi kerugian dan menjaga keamanan operasional.

Sementara pada aspek compliance, perusahaan memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai regulasi OJK sekaligus melindungi kepentingan konsumen.

GRC Berkontribusi terhadap Kinerja Bisnis

Implementasi GRC yang konsisten disebut turut menopang pertumbuhan bisnis Samir.

Hingga Juni 2026, nilai penyaluran pinjaman perusahaan telah mencapai Rp2,23 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp827,9 miliar. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 0,0002 persen, menunjukkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap terjaga.

Menurut Handy, pencapaian tersebut tidak terlepas dari disiplin perusahaan dalam mengelola risiko sejak awal proses bisnis.

Empat Prinsip GCG Diterapkan Secara Nyata

Dalam presentasinya kepada dewan juri, Handy menjelaskan implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dilakukan secara nyata melalui berbagai kebijakan operasional.

Laporan keuangan dan kinerja perusahaan dipublikasikan secara berkala. Direksi, Dewan Komisaris, dan para lender juga melakukan pertemuan rutin. Setiap departemen diwajibkan melakukan risk assessment yang dilaporkan kepada Direksi dan Komisaris.

Selain itu, Samir membentuk tim perlindungan konsumen yang berfokus pada penyelesaian pengaduan, memperkuat fungsi Internal Audit, menerapkan proses pemilihan vendor secara transparan melalui lelang terbuka, serta menyampaikan laporan tata kelola kepada regulator secara berkala.

Seluruh praktik tersebut menjadi implementasi empat prinsip GCG, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan independensi.

Infrastruktur GRC Terintegrasi

Samir juga membangun infrastruktur GRC yang lengkap.

Perusahaan memiliki Internal Audit Unit, Data Protection Officer, AML/CFT Unit, Customer Protection, serta Fraud Unit yang bekerja secara terintegrasi dalam mendukung pelaksanaan tata kelola perusahaan.

BACA JUGA:   Mewacana Investor IPO Emiten SDA Wajib Divestasi Harus Lokal

Dari sisi kebijakan, perusahaan telah memiliki SOP Tata Kelola dan Manajemen Risiko, SOP Manajemen Risiko, SOP Perlindungan Konsumen, SOP Whistleblowing System, hingga Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Seluruh kebijakan tersebut diselaraskan dengan ketentuan regulator, termasuk POJK Nomor 40 Tahun 2024 dan SEOJK Nomor 19 Tahun 2025.

Dalam implementasinya, Samir menggunakan model Three Lines of Defense untuk memperjelas pembagian peran pengelolaan risiko antara unit bisnis, manajemen risiko, dan audit internal.

Perusahaan juga menerapkan Risk Control Self Assessment (RCSA) sebagai alat identifikasi, pengukuran, dan mitigasi risiko di setiap unit kerja.

Teknologi Digital Memperkuat Implementasi GRC

Sebagai perusahaan fintech, Samir mengoptimalkan teknologi digital untuk mendukung proses bisnis sekaligus implementasi GRC.

Seluruh proses mulai dari onboarding pelanggan, verifikasi data, analisis kredit, pencairan hingga pelunasan dilakukan secara digital. Penyimpanan data menggunakan infrastruktur cloud dengan sistem enkripsi dan backup otomatis.

Untuk mendukung tata kelola, perusahaan menerapkan platform digital berbasis e-sign dan e-policy management, menggunakan project management tools untuk mengawasi pelaksanaan program, serta mengembangkan sistem fraud detection berbasis machine learning guna mendeteksi anomali transaksi secara otomatis.

Handy juga menjelaskan bahwa perusahaan telah mengintegrasikan fungsi Risk Management, Internal Audit, dan Compliance dalam satu sistem melalui dashboard “Intools” yang berfungsi sebagai alat monitoring dan early warning system.

Melalui sistem tersebut, pengaduan pelanggan otomatis diteruskan kepada tim risk dan compliance, seluruh risiko tercatat dalam risk register, sementara keputusan strategis perusahaan selalu mempertimbangkan peta risiko tahunan.

Menuju Standar Tata Kelola yang Lebih Tinggi

Handy mengungkapkan, sejumlah capaian telah diraih perusahaan dalam penguatan GRC.

Seluruh SOP perusahaan telah disesuaikan dengan ketentuan POJK Nomor 40 Tahun 2024.

BACA JUGA:   421 UMKM Ikuti KKI 2021

Fungsi Risk, Audit, dan Compliance kini bekerja secara kolaboratif, sementara perusahaan tengah mengadopsi framework ISO 27001 dan model Three Lines of Defense.

Sebagai inovasi unggulan, Samir mengembangkan dashboard “Intools” untuk monitoring risiko harian, mengaktifkan sistem whistleblowing yang disertai edukasi berkala kepada seluruh karyawan, serta menerapkan sistem pelaporan digital dan paperless guna meningkatkan efisiensi operasional.

Menurut Handy, seluruh implementasi GRC tersebut memperoleh dukungan penuh dari Dewan Komisaris, Direksi, dan fungsi Compliance yang menjalankan peran masing-masing secara aktif

dalam menjaga budaya integritas perusahaan.

Ajang Pembelajaran Nasional Bidang GRC

Dalam sesi penjurian tersebut turut hadir Tita Manoppo selaku Komisaris dan Rimba Laut selaku Public Relations Manager.

Sementara itu, dewan juri terdiri atas Melani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), Ina Sawitri (Yayasan Pakem), Sentot Baskoro (AGRKI), dan Kusuma Prabandari (Dwika Consulting).

TOP GRC Awards merupakan ajang pembelajaran sekaligus penghargaan nasional yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan dengan implementasi Governance, Risk, and Compliance terbaik dalam mendukung peningkatan kinerja bisnis yang berkelanjutan. Ajang ini diselenggarakan Majalah TopBusiness bersama berbagai asosiasi dan lembaga profesional di bidang GRC, manajemen risiko, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan.

Tags: PT Sahabat Mikro FintekSamir
Previous Post

ANTAM dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Next Post

OJK: Undisbursed Loan Bank Capai Rp 2.575 Triliun, Dominan untuk Modal Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR