Jakarta, TopBusiness – PT Sariguna Primatirta Tbk (IDX: CLEO), emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK), terus memperluas jangkauan pasarnya melalui ekspansi jaringan pabrik dan distribusi sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
CEO PT Sariguna Primatirta Tbk, Melisa Patricia, mengatakan ekspansi yang dilakukan secara konsisten dan terukur diyakini akan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha perseroan.
“Kami percaya ekspansi yang konsisten dan terukur akan berdampak besar pada keberlanjutan bisnis CLEO,” ujar Melisa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, strategi ekspansi tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan bisnis CLEO sejak perusahaan pertama kali meluncurkan produknya pada 2004. Sejak tahun pertama beroperasi, perseroan secara berkelanjutan menambah kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik baru yang diiringi dengan penguatan jaringan distribusi, baik internal maupun melalui mitra.
Hingga kuartal I 2026, CLEO telah mengoperasikan 32 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga memiliki lebih dari 450 jaringan distribusi internal yang didukung oleh lebih dari 11.000 mitra distribusi.
Pada tahun ini, CLEO kembali meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun tiga pabrik baru. Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sementara pabrik di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026. Penambahan fasilitas produksi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menjadi motor pertumbuhan penjualan.
Melisa menjelaskan, ekspansi jaringan pabrik memberikan nilai tambah bagi bisnis AMDK mengingat karakteristik produk yang memiliki volume besar dan bobot berat. Dengan menghadirkan fasilitas produksi lebih dekat ke pasar, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi distribusi melalui penghematan biaya logistik.
Dalam menentukan lokasi pembangunan pabrik baru, perseroan melakukan kajian secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan sumber daya hidrologi hingga potensi pasar di wilayah yang dituju.
Selain memperluas kapasitas produksi dan distribusi, CLEO juga terus memperkuat strategi pemasaran melalui berbagai aktivitas below the line. Perseroan mengoptimalkan pemasaran digital di berbagai platform untuk meningkatkan brand awareness, memperluas jangkauan konsumen, serta mendorong pertumbuhan penjualan.
Di sisi lain, perusahaan juga terus memperluas kemitraan dengan distributor dan berbagai mitra strategis guna meningkatkan penetrasi pasar sekaligus memperkuat posisi CLEO di industri AMDK nasional.
Strategi ekspansi yang dipadukan dengan penguatan aktivitas pemasaran tersebut dinilai telah memberikan hasil positif. Pada kuartal I 2026, penjualan CLEO mencapai Rp 774,4 miliar atau tumbuh 15,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Sejalan dengan itu, perseroan menargetkan jumlah jaringan distribusi internal meningkat menjadi 500 jaringan hingga akhir 2026.
“Dengan berbagai langkah strategis yang telah dijalankan tersebut, disertai konsistensi dalam menciptakan inovasi produk baru sesuai kebutuhan pasar yang terus berkembang, kami optimistis target Perseroan untuk meraih pertumbuhan double digit tahun ini akan tercapai,” tutup Melisa.
