Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.89%, disertai dengan net sell asing ~789 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, TPIA, ANTM, dan KLBF.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound hari ini.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 6050-6100 atau level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6170-6230,” ujar dia, dalam risetnya, Rabu (29/7/2026).
Trading Idea hari ini: BUMI, TLKM, TINS, BNBR, BREN, dan TOWR
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 165, cutloss di bawah 162. Target dekat di 168-170.
- TLKM Spec Buy dengan area beli di 2560, cutloss di bawah 2540. Target dekat di 2600-2650.
- TINS Spec Buy dengan area beli di 3440-3460, cutloss di bawah 3400. Target dekat di 3490-3520.
- BNBR Spec Buy dengan area beli di 102-104, cutloss di bawah 100. Target dekat di 106-109.
- BREN Spec Buy dengan area beli di 3370-3430, cutloss di bawah 3370. Target dekat di 3460-3500.
- TOWR Spec Buy dengan area beli di 394-402, cutloss di bawah 394. Target dekat di 406-414.
Global Overnight Review
Wall Street: S&P 500 Ditutup Menguat, Investor Menanti Kinerja Perusahaan Teknologi. Wall Street kembali ditutup beragam, dengan S&P 500 menguat karena kenaikan saham Boeing dan Coca-Cola membantu mengimbangi penurunan saham chip menjelang laporan kuartalan dari Apple dan perusahaan teknologi lainnya pada minggu ini.
Selasa (28/7), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,21%, Nasdaq Composite turun 0,22%, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 1,03%.
Saham Microsoft naik 1,1% menjelang laporan keuangan pada Rabu (29/7), sementara Amazon turun 0,2% menjelang laporan kinerja keuangan pada Kamis (30/7).
Di sisi lain, saham Apple naik hampir 1%. Perusahaan akan melaporkan hasil keuangan pada Kamis (30/7).
Produsen chip yang telah diuntungkan dari pengeluaran besar untuk AI menambah kerugian terkini, dengan indeks PHLX kehilangan 4,5%.
Sementara itu, sektor perawatan kesehatan melonjak 2,4%, sektor barang konsumsi pokok bertambah 2%, dan sektor material naik 1,7%. Sementara, penurunan harga saham produsen chip membuat indeks teknologi turun 1,4%.
Di sisi lain, saham Coca-Cola naik 5% setelah perseroan menaikkan perkiraan pendapatan dan laba tahunan.
Saham Boeing melonjak 4,8% setelah perseroan menghasilkan arus kas bebas positif karena rencana pemulihan mendapatkan momentum.
Saham Corning anjlok 12% setelah perkiraan penjualan kuartal ketiga meleset dari estimasi, dan perusahaan riset kontrak IQVIA Holdings melonjak 14% setelah menaikkan perkiraan laba tahunan. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu (29/7).
Bursa Asia Terkoreksi: Indeks Kospi Terjun 10% dan Nikkei Ambles 4%. Bursa Asia melemah pada perdagangan Senin (28/7).
Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,95% dan Topix turun 2,52%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi terjun 10,8% dan Kosdaq merosot 7,7%.
Sedangkan, Hang Seng Hong Kong menguat 0,41% dan ASX 200 Australia naik 0,61%. Selain itu, Taiex Taiwan melemah 4,65% dan CSI 300 China turun 2,83%.
Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,07% dan FTSE Malay KLCI turun 0,04%. Bursa Asia terkoreksi signifikan pada saham terkait chip setelah Wall Street ditutup bervariasi pasa sesi sebelumnya.
Sentimen terhadap sektor chip semakin tertekan setelah laporan The Information menyebut China telah mulai memproduksi mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV) buatan lokal, teknologi yang selama ini didominasi perusahaan Belanda, ASML.
Kabar tersebut membuat saham ASML turun 2,9%. Di Korea Selatan, saham SK Hynix jatuh 9%, sedangkan Samsung Electronics merosot 13,4%. Di Jepang, saham Kioxia anjlok 18% dan Tokyo Electron turun 11%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
