TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Properti Ritel Jakarta Tanpa Pasokan Baru di Kuartal II

Achmad Adhito
29 July 2026 | 13:05
rubrik: Business Info
FOTO2 BURSA EFEK

Pusat Belanja di Jakarta (Foto: Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Pada kuartal dua 2026, tidak terdapat tambahan pasokan ruang ritel baru di Jakarta. Sehingga total pasokan kumulatif Jakarta tetap sebesar 4.848.200 m2 (+0.8% YoY/year on year). Hal itu dipaparkan oleh Direktur Cushman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, dalam riset terbaru yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness (28/7/2026).

Hingga akhir tahun 2026, sekitar 61.800 m2 pasokan baru diproyeksikan akan memasuki pasar, yaitu Lippo Mall East Side di Holland Village dan Travoy Hub Fase 2. Proyek-proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan.

“Dalam jangka menengah, pasar ritel akan kembali bertambah dengan penyelesaian proyek ritel di Two Sudirman pada 2028, dengan luas sekitar 20.000 m2,” kata dia.

Adapun permintaan ruang ritel di Jakarta terus menunjukkan peningkatan, dengan total permintaan kumulatif mencapai 3.768.800 m2 (+0.2% QoQ & +0.6% YoY) dan tingkat hunian naik menjadi 77.7% pada akhir K2 2026.

Ekspansi penyewa ritel lokal maupun internasional terus berlanjut, ditandai dengan masuknya merek global seperti COS, Diptyque, dan RODO ke pasar ritel Jakarta.

Sektor F&B, khususnya minuman, tetap menjadi pendorong utama permintaan melalui pembukaan gerai baru di berbagai pusat ritel, seperti Matchaman, Kurasu, Dream Dates, dan Zus Coffee. Sektor fashion juga mencatat ekspansi yang aktif, dengan pembukaan gerai baru oleh Uniqlo, Hijack Sandals, Executive, dan Adidas Football Store di sejumlah pusat ritel utama.

Harga Sewa

Rata-rata harga sewa dasar mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp840,100/m2/bln (+0.3% QoQ & +0.6% YoY). Demikian pula, rata-rata service charge mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp200,400/m2/bln (+0.4% QoQ & +0.4% YoY).

Arief pun memaparkan bahwa sejumlah mal diperkirakan akan menjalani renovasi untuk menghadirkan konsep ritel baru dan menata ulang komposisi penyewa. Ke depan, pasokan ruang ritel di Jakarta diperkirakan akan lebih didominasi oleh konsep pendukung/terspesialisasi.

BACA JUGA:   Kurangi Backlog Rumah, BTN Latih Developer Muda

Hal ini didorong oleh semakin terbatasnya ketersediaan lahan serta tingginya nilai lahan, sehingga pengembangan ritel lebih banyak diintegrasikan ke dalam kawasan mixed-use maupun transit-oriented development (TOD).

Dengan semakin dekatnya penyelesaian proyek ritel baru, pasokan diperkirakan meningkat, yang berpotensi menekan tingkat okupansi.
“Meski tingkat okupansi diproyeksikan menurun, permintaan dari penyewa F&B diperkirakan tetap kuat, karena segmen ini terbukti paling tangguh dan terus berkembang,” kata Arief.

Tags: cushman and wakefieldproperti ritel
Previous Post

Kementerian UMKM dan BPOM Percepat Akses Perizinan UMK Pangan Olahan

Next Post

Penambang Nikel Tetap Optimistis, Prospek Industri Dinilai Cerah Meski Harga Masih Tertekan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR