TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat, Saham Unggulan LQ45 Ikut Menghijau

Agus Haryanto
30 July 2026 | 09:26
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Kamis pagi bergerak di zona hijau. IHSG menguat 18,89 poin atau 0,31 persen ke posisi 6.110,28, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.091,39.

Penguatan juga terjadi pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 2,52 poin atau 0,42 persen menjadi 609,04, dari posisi penutupan sebelumnya 606,52.

Pada awal sesi perdagangan, mayoritas saham unggulan mengalami kenaikan harga sehingga menopang pergerakan indeks utama. Sentimen positif terlihat sejak menit-menit awal transaksi.

Hingga pembukaan perdagangan, aktivitas pasar tercatat masih berada pada tahap awal sehingga data transaksi belum mencerminkan keseluruhan perdagangan harian. Volume saham yang diperdagangkan mencapai jutaan lembar saham, dengan frekuensi transaksi ribuan kali dan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah pada awal sesi perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berhasil dibuka di atas level psikologis 6.100 sehingga menunjukkan adanya minat beli investor pada awal perdagangan. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45.

Analis pasar menilai penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, pergerakan bursa saham Asia yang cenderung positif memberikan dorongan terhadap pasar regional. Dari domestik, investor merespons optimistis terhadap stabilitas ekonomi nasional dan prospek kinerja emiten pada semester II-2026.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan suku bunga global, nilai tukar rupiah, dan arus dana asing. Faktor-faktor tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan.

Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Level 6.100 menjadi area penopang (support) terdekat, sedangkan area 6.150–6.180 dipandang sebagai zona resistensi yang akan diuji apabila tekanan beli berlanjut.

BACA JUGA:   Bakal Kembali Ada Profit Taking, Pantau Enam Saham Ini

Pembukaan perdagangan yang positif ini menunjukkan pasar saham domestik masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, terutama apabila sentimen global tetap kondusif dan minat beli investor asing kembali meningkat pada sesi perdagangan berikutnya.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Anak Usaha Beli Tanker, Wintermar Jaminkan Jutaan USD ke Bank Mandiri

Next Post

Kinerja Semester I-2026 Mentereng, Saham Konsumer hingga Nikel Bisa Jadi Pilihan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR