TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Semester I-2026 Mentereng, Saham Konsumer hingga Nikel Bisa Jadi Pilihan

Nurdian Akhmad
30 July 2026 | 09:45
rubrik: Capital Market
Ide Trading Hari Ini, Buy Saham BUMI, CUAN, BUVA, VKTR, MBMA, dan BRMS

Ilustrasi buy dan sell saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusienss – PT Mandiri Sekuritas menyoroti sejumlah emiten yang membukukan kinerja positif pada semester I-2026 dan tetap mempertahankan rekomendasi buy terhadap mayoritas saham tersebut.

Sektor konsumer, ritel, kesehatan, pertambangan nikel, hingga internet dinilai masih menawarkan prospek pertumbuhan seiring solidnya laba dan prospek bisnis pada paruh kedua tahun ini.

Dalam laporan Investor Digest edisi 30 Juli 2026, Mandiri Sekuritas menyebutkan saham-saham seperti Bukalapak (BUKA), MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), Mayora Indah (MYOR), Medela Potentia (MDLA), Medikaloka Hermina (HEAL), Mitra Adiperkasa (MAPI), Mitra Keluarga (MIKA), United Tractors (UNTR), Vale Indonesia (INCO), dan Wismilak Inti Makmur (WIIM) masih layak dikoleksi dengan rekomendasi buy, meski kinerja masing-masing emiten menunjukkan dinamika yang berbeda.

Di sektor ritel, Mandiri Sekuritas menilai MAP Aktif Adiperkasa berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada kuartal II-2026 sehingga laba bersih melampaui ekspektasi. Rekomendasi buy dipertahankan dengan target harga Rp 950 per saham. Sementara Mitra Adiperkasa juga dinilai membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit meski momentum penjualan mulai kembali normal setelah efek peluncuran iPhone mereda.

Pada sektor barang konsumsi, Mayora Indah dinilai membukukan laba bersih di atas ekspektasi berkat keuntungan selisih kurs yang lebih tinggi, sementara Wismilak Inti Makmur mencatatkan pertumbuhan laba tiga digit yang ditopang kenaikan pendapatan, strategi harga, serta efisiensi biaya.

Di sektor kesehatan, Medela Potentia membukukan laba bersih semester I-2026 di atas perkiraan pasar berkat pertumbuhan penjualan dan efisiensi beban operasional. Sebaliknya, Medikaloka Hermina mencatatkan laba yang berada di bawah ekspektasi meski pendapatannya masih sesuai proyeksi. Mitra Keluarga tetap mempertahankan panduan kinerja tahun 2026 dengan optimisme percepatan pertumbuhan pada semester kedua melalui peningkatan kapasitas rumah sakit dan layanan pasien privat.

BACA JUGA:   Metland Cetak Laba dengan Inovasi

Sementara itu, di sektor pertambangan, Mandiri Sekuritas menilai laba bersih Vale Indonesia pada semester I-2026 melampaui konsensus. Perseroan diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan laba pada paruh kedua tahun ini melalui peningkatan penjualan bijih nikel dan produksi nickel matte. Target harga saham INCO dipatok Rp8.500 dengan rekomendasi buy.

Berbeda dengan Vale, United Tractors mencatatkan penurunan laba akibat adanya beban non-berulang senilai Rp2,7 triliun dan melemahnya produksi emas. Meski demikian, Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp32.500 per saham.

Untuk sektor teknologi, Bukalapak mencatatkan kontraksi pendapatan tipis sebesar 1% secara tahunan pada kuartal II-2026 akibat melemahnya segmen Mitra dan Retail. Namun perusahaan dinilai masih mampu menjaga EBITDA yang disesuaikan tetap positif melalui disiplin profitabilitas di setiap lini usaha. Rekomendasi buy dipertahankan dengan target harga Rp200 per saham.

Secara umum, Mandiri Sekuritas memproyeksikan valuasi pasar saham Indonesia masih menarik. Berdasarkan cakupan riset terhadap 89 emiten, IHSG diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) 2026 sekitar 9,8 kali dengan proyeksi pertumbuhan laba per saham (EPS Growth) sebesar 13,4% dan dividend yield 5,8%. Pada penutupan perdagangan 29 Juli 2026, IHSG berada di level 6.091,4.

Tags: mandiri sekuritasrekomendasi saham
Previous Post

IHSG Dibuka Menguat, Saham Unggulan LQ45 Ikut Menghijau

Next Post

BPR Bank Daerah Gianyar Bangun Budaya Sadar Risiko Lewat Smart GRC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR