Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9,14 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,74 miliar pada semester I-2026, naik dari Rp4,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini sejalan dengan capaian pendapatan usaha yang berhasil menembus Rp1,48 triliun pada paruh pertama tahun ini.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Ignatius Harry menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan buah dari kedisiplinan finansial dan efisiensi operasional yang konsisten diterapkan manajemen.
“Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif. Fokus kami saat ini adalah menjaga ritme tersebut demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat,” ujar Harry dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).
Lebih lanjut, kinerja bisnis yang tangguh tersebut ditopang oleh implementasi sejumlah langkah strategis. Langkah itu mencakup efisiensi melalui divestasi aset nonproduktif, optimalisasi sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP), hingga penguatan tata kelola berkelanjutan untuk memacu likuiditas dan keunggulan kompetitif.
Dari sisi neraca keuangan, tingkat likuiditas WIKA Beton tercatat berada dalam kondisi memadai dengan current ratio sebesar 130,95 persen. Struktur modal juga kian sehat, terlihat dari penurunan rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) menjadi 71,52 persen dari posisi sebelumnya 81,75 persen (YoY), yang menunjukkan berkurangnya ketergantungan pendanaan operasional terhadap utang.
Adapun porsi pendapatan usaha pada semester I-2026 paling banyak disumbang oleh segmen produk putar yang mencapai 47,91 persen, disusul segmen produk non-putar sebesar 34,44 persen. Sementara itu, segmen konstruksi dan jasa masing-masing berkontribusi sebesar 13,27 persen dan 4,37 persen.
