Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (31/7/2026) seiring meningkatnya minat beli investor pada saham-saham unggulan perbankan dan telekomunikasi.
IHSG pada awal perdagangan naik 33,26 poin atau 0,54 persen ke posisi 6.219,62. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (30/7/2026), IHSG ditutup di level 6.186,36.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 turut menguat 2,54 poin atau 0,41 persen ke posisi 621,40.
Berdasarkan data perdagangan beberapa menit setelah pasar dibuka, aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp1,2 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 2,7 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sekitar 145 ribu kali.
Dari total saham yang diperdagangkan, sekitar 328 saham menguat, 172 saham melemah, dan 189 saham stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen positif masih mendominasi pasar pada awal sesi perdagangan.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar. Pada pembukaan perdagangan, sejumlah saham unggulan bergerak sebagai berikut:
- BBCA naik sekitar 1,1 persen ke posisi Rp6.450 per saham
- BMRI menguat sekitar 0,9 persen ke posisi Rp4.160 per saham
- BBRI naik sekitar 0,7 persen ke posisi Rp2.990 per saham
- BBNI menguat sekitar 0,8 persen ke posisi Rp3.550 per saham
- TLKM naik sekitar 0,6 persen ke posisi Rp2.670 per saham
Di sisi lain, beberapa saham masih mengalami tekanan, antara lain:
- BYAN melemah sekitar 0,4 persen ke posisi Rp12.075 per saham
- UNTR turun sekitar 0,3 persen ke posisi Rp24.250 per saham
Kenaikan saham sektor perbankan memberikan kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks karena bobot kapitalisasi pasarnya yang dominan di IHSG.
Sebagian besar indeks sektoral dibuka di zona hijau. Sektor keuangan menjadi penggerak utama dengan kenaikan sekitar 0,8 persen, diikuti sektor teknologi dan telekomunikasi. Sementara sektor energi bergerak lebih terbatas seiring fluktuasi harga komoditas global.
Analis pasar modal menilai penguatan IHSG pagi ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pelaku pasar merespons positif stabilnya kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) serta penguatan mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan pagi.
Dari dalam negeri, investor mulai melakukan akumulasi pada saham-saham unggulan setelah tekanan jual dalam beberapa hari sebelumnya mereda. Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut memberikan ruang bagi investor asing untuk kembali masuk ke pasar saham domestik.
Secara teknikal, IHSG kembali bergerak di atas area psikologis 6.200, yang dinilai sebagai level penting untuk menjaga momentum kenaikan jangka pendek.
Analis memperkirakan selama IHSG mampu bertahan di atas 6.200, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.250–6.300. Namun, potensi aksi ambil untung menjelang akhir pekan diperkirakan masih dapat menahan laju kenaikan.
Level teknikal yang dicermati pelaku pasar:
- Support: 6.180 dan 6.150
- Resistance: 6.250 dan 6.300
Pelaku pasar juga menanti sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk inflasi Juli dan perkembangan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya.
Dengan pembukaan yang solid, dukungan saham-saham perbankan, serta sentimen global yang relatif kondusif, IHSG berpeluang mempertahankan penguatan hingga akhir sesi perdagangan, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi pada paruh kedua perdagangan.
Data AI
