Jakarta, TopBusiness – PT Sariguna Primatirta Tbk (IDX: CLEO) mengawali paruh kedua 2026 dengan memperkuat kapasitas bisnis melalui pengoperasian pabrik baru di Palu. Langkah ekspansi tersebut dilakukan setelah Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid pada Semester I-2026, dengan laba bersih tumbuh 27% secara tahunan menjadi Rp262,5 miliar.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh penjualan bersih yang mencapai Rp1,7 triliun atau meningkat 23,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan penjualan mencerminkan keberhasilan Perseroan menjaga efisiensi operasional sekaligus meningkatkan profitabilitas.
CEO CLEO, Melisa Patricia, mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi bisnis yang dijalankan Perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas.
“Kami bersyukur dapat membukukan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus meningkatkan profitabilitas,” ujar Melisa dalam keterangannya, Jumat (31/7/20206).
Pertumbuhan penjualan didorong oleh peningkatan permintaan pada seluruh lini produk. Segmen air minum kemasan botol mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 28,8% dan tetap menjadi penyumbang terbesar pendapatan Perseroan. Sementara itu, segmen non-botol tumbuh 20,1% dibandingkan Semester I-2025.
Memasuki Semester II-2026, CLEO optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan seiring mulai beroperasinya pabrik baru di Palu. Kehadiran fasilitas produksi tersebut semakin memperkuat jaringan manufaktur Perseroan yang kini didukung 32 pabrik di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Perseroan, keberadaan pabrik baru akan memperkuat penetrasi pasar, khususnya di kawasan Indonesia Timur, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi. Hal ini menjadi keunggulan penting bagi industri air minum dalam kemasan karena biaya logistik merupakan salah satu komponen utama dalam operasional bisnis.
Selain didukung jaringan produksi, CLEO juga memiliki lebih dari 11 ribu titik distribusi di seluruh Indonesia. Integrasi antara fasilitas produksi dan jaringan distribusi tersebut memungkinkan produk lebih mudah dijangkau konsumen sekaligus membantu menekan biaya transportasi.
Di sisi pemasaran, Perseroan terus meningkatkan kedekatan dengan konsumen melalui strategi experiential marketing. Salah satunya melalui penyelenggaraan CLEO Run di Bekasi pada 26 Juli 2026 yang diikuti lebih dari 2.000 peserta serta dihadiri Wali Kota Bekasi dan Brand Ambassador CLEO, Nikita Willy.
“Melalui berbagai kegiatan, antara lain seperti lomba lari tersebut, kami terus berusaha meningkatkan brand awareness CLEO sebagai air murni yang segar dan aman dikonsumsi,” kata Melisa.
Dengan kinerja Semester I yang tumbuh kuat, tambahan kapasitas produksi dari pabrik Palu, serta penguatan pemasaran, CLEO optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemain utama industri air minum dalam kemasan nasional hingga akhir 2026.
