Jakarta, TopBusiness – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia membidik pertumbuhan kinerja bisnis sebesar 5-10 persen hingga akhir 2026. Target tersebut akan digenjot pada semester II melalui pengoperasian aset baru, optimalisasi portofolio properti eksisting, serta penguatan strategi diversifikasi bisnis berbasis proyek mixed-use.
Wakil Presiden Direktur & Chief Financial Officer (CFO) Paradise Indonesia, Surina, mengatakan target pertumbuhan yang dipasang perseroan bersifat konservatif dan didukung oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center serta peningkatan kinerja aset-aset yang telah dimiliki.
“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70 persen sepanjang 2026,” ujar Surina dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Selain mengandalkan aset baru, Paradise Indonesia juga mempertahankan strategi diversifikasi bisnis melalui portofolio properti mixed-use yang mencakup hotel, pusat perbelanjaan, apartemen, dan kawasan komersial. Strategi tersebut dinilai mampu menjaga ketahanan bisnis karena sumber pendapatan berasal dari berbagai segmen usaha, sehingga tidak bergantung pada satu lini bisnis.
Perseroan juga terus melakukan revitalisasi aset untuk meningkatkan produktivitas properti yang telah beroperasi. Langkah ini dijalankan bersamaan dengan pengembangan proyek-proyek strategis di sejumlah wilayah potensial guna memperkuat pertumbuhan berkelanjutan.
Strategi tersebut telah menopang kinerja Paradise Indonesia pada semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp141,98 miliar dengan pendapatan mencapai Rp858,14 miliar. Segmen komersial menjadi kontributor utama pendapatan sekaligus mencatatkan pertumbuhan 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada kuartal III-2025.
Kontribusi segmen komersial juga memperkuat porsi pendapatan berulang (recurring income) yang mencapai 71 persen dari total pendapatan. Di sisi lain, efisiensi operasional yang dijalankan perseroan mendorong EBITDA tumbuh 11 persen secara tahunan menjadi Rp265,12 miliar.
Surina mengatakan kontribusi proyek-proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada. Menurutnya, kombinasi antara ekspansi selektif, optimalisasi aset eksisting, dan dominasi pendapatan berulang menjadi fondasi bagi Paradise Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan hingga akhir tahun.
