Menjaga keseimbangan hidup sering kali menjadi tantangan tersendiri terutama bagi orang yang berkarier di industri migas yang identik dengan tekanan tinggi, target produksi, dan ritme kerja tanpa henti.
Namun bagi Avep Disasmita, life balance justru menjadi bagian penting dalam membangun produktivitas dan kepemimpinan.
Pria yang telah lebih dari 30 tahun berkarier di industri migas nasional dan internasional itu percaya bahwa kesuksesan bukan hanya soal pencapaian bisnis, tetapi juga kemampuan menjaga harmoni antara pekerjaan, kesehatan, keluarga, dan kehidupan pribadi.
“Kalau life balance saya termasuk orang yang sangat mendukung itu,” ujar Avep dalam wawancaa khusus dengan TopBusiness di kantornya, Senin (11/5/2026).
Di balik posisinya sebagai Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Avep ternyata memiliki sisi lain yang jauh dari kesan formal seorang petinggi migas. Ia menyukai musik, bernyanyi, olahraga, hingga aktif di media sosial.
Baginya, aktivitas-aktivitas sederhana itu menjadi cara untuk menjaga keseimbangan pikiran di tengah tekanan pekerjaan.
Musik Jadi Ruang Pelepas Penat
Salah satu hobi yang paling ia nikmati adalah bernyanyi. Di sela kesibukan memimpin perusahaan pengeboran migas nasional, Avep kerap mengunggah video cover lagu di YouTube dan TikTok.
“Saya suka musik, suka nyanyi,” katanya sambil tersenyum.
Musik menjadi ruang relaksasi yang membantunya keluar sejenak dari rutinitas korporasi yang padat. Bagi Avep, bernyanyi bukan soal tampil atau mencari popularitas, melainkan cara menjaga keseimbangan emosi dan pikiran.
“Kadang-kadang saya posting nyanyi-nyanyi. Itu salah satu life balance saya,” ujarnya.
Puluhan video telah ia unggah di media sosial. Dari lagu-lagu santai hingga cover musik populer, semuanya menjadi bagian dari cara Avep menjaga sisi kreatif dalam dirinya tetap hidup.
Di tengah budaya kerja industri migas yang keras dan penuh tekanan, kebiasaan itu membuat Avep terlihat lebih humanis dan dekat dengan banyak orang, termasuk para pekerja muda gen Z di perusahaan.

Olahraga Sekaligus Bangun Kebersamaan
Selain musik, olahraga juga menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Bahkan Avep menciptakan budaya unik di lingkungan PDSI yang dikenal dengan nama “Sehat Selasa”.
Setiap Selasa pagi, sejak pukul enam, seluruh vice president dan manajer diminta berkumpul di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Mereka berjalan kaki atau berlari bersama sebelum memulai rapat rutin perusahaan.
Menariknya, rapat dilakukan dalam suasana santai sambil menikmati bubur kacang hijau.
“Kalau sambil olahraga kan sambil ngobrol, santai, lebih fresh,” katanya.
Bagi Avep, olahraga bukan sekadar menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga cara membangun komunikasi yang lebih cair di lingkungan kerja. Suasana informal membuat diskusi menjadi lebih terbuka dan hubungan antarpimpinan lebih dekat.
Budaya “Sehat Selasa” itu bahkan mulai menginspirasi sejumlah unit lain di lingkungan Pertamina.
Ia juga memiliki gagasan membuat “Acoustic Day” di kantor, sebuah kegiatan santai bermusik bersama pekerja agar suasana kerja lebih hangat dan tidak kaku.
Keluarga Tetap Prioritas Utama
Meski memiliki jadwal kerja yang padat, Avep menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama dalam hidupnya. “Kalau keluarga itu number one,” ucapnya.
Baginya, sesibuk apa pun pekerjaan, selalu harus ada waktu untuk keluarga. Sebab keluarga adalah tempat seseorang kembali setelah menjalani tekanan pekerjaan setiap hari.
Pemikiran itu pula yang membuatnya sangat menekankan budaya keselamatan kerja di PDSI. “Safety first, safety for our family,” kata Avep.
Kalimat tersebut bukan sekadar slogan keselamatan kerja. Bagi Avep, setiap pekerja memiliki keluarga yang menunggu di rumah. Karena itu, bekerja dengan selamat adalah bentuk tanggung jawab, bukan hanya kepada perusahaan, tetapi juga kepada keluarga.

Filosofi Hidup dan Karier
Di balik pengalamannya berkarier lintas negara, mulai dari Inggris, Prancis, Italia, Azerbaijan, hingga Algeria, Avep tetap memegang filosofi hidup yang sederhana.
“Hard working and be professional. Cuma dua itu saja,” katanya.
Kerja keras dan profesionalisme menjadi prinsip utama yang membawanya bertahan lebih dari tiga dekade di industri migas global.
Namun di luar itu, ia juga memiliki filosofi pribadi yang unik, yaitu “DUIT”. Bukan tentang materi, melainkan singkatan dari doa, usaha, iman, dan takwa. “D itu doa, U itu usaha, I itu iman, T itu takwa,” ujarnya.
Filosofi tersebut mencerminkan cara pandang Avep tentang hidup, bahwa kesuksesan harus dijalani dengan keseimbangan antara kerja keras, spiritualitas, kesehatan, dan kebahagiaan pribadi.
Di tengah kerasnya industri migas, Avep Disasmita menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu tampil kaku dan serius. Ada ruang untuk musik, olahraga, keluarga, dan kebersamaan.
Karena pada akhirnya, menjaga keseimbangan hidup bukanlah tanda seseorang kehilangan fokus terhadap karier. Justru dari keseimbangan itulah lahir energi, kejernihan pikiran, dan semangat untuk terus melangkah menghadapi tekanan pekerjaan maupun dinamika kehidupan.
