TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Awali Pekan di Zona Hijau, Investor Fokus pada Saham Blue Chip

Agus Haryanto
3 August 2026 | 09:26
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (3/08/2026) pagi dibuka menguat 36,49 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.272,62, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.236,13. Penguatan pada awal perdagangan menunjukkan sentimen positif investor terhadap pasar saham domestik.

Sementara itu, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 turut mencatat kenaikan 6,05 poin atau 0,97 persen ke posisi 627,29 dari posisi penutupan sebelumnya di sekitar 621,24.

Pada saat pembukaan perdagangan, aktivitas transaksi di BEI tercatat cukup ramai. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 95 ribu kali transaksi, dengan volume perdagangan sekitar 1,8 miliar saham dan nilai transaksi harian pada awal sesi mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

Kenaikan IHSG terutama ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, dan telekomunikasi. Sejumlah saham unggulan bergerak di zona hijau pada awal perdagangan, sehingga mendorong indeks utama dan LQ45 menguat lebih tinggi dibandingkan pembukaan pekan sebelumnya.

Secara teknikal, IHSG berhasil dibuka di atas area psikologis 6.250, yang menunjukkan adanya dorongan beli sejak awal sesi. Penguatan LQ45 yang lebih tinggi daripada IHSG mengindikasikan minat investor lebih terkonsentrasi pada saham-saham blue chip dengan likuiditas tinggi.

Analis pasar modal menilai penguatan pagi ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, pelaku pasar mencermati stabilnya pergerakan bursa regional Asia serta ekspektasi kebijakan suku bunga global yang cenderung lebih akomodatif. Dari domestik, investor masih menunggu rilis data ekonomi dan kinerja emiten semester pertama yang diperkirakan menjadi katalis pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan.

Menurut analis, selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.250, peluang penguatan lanjutan menuju kisaran 6.300–6.350 masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung jangka pendek setelah penguatan tajam pada saham-saham unggulan.

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Menguat, Aksi Beli Investor Kembali Menghangat

Pada perdagangan pagi ini, sektor keuangan diperkirakan menjadi penopang utama indeks, disusul sektor energi dan infrastruktur. Sebaliknya, pergerakan sektor berbasis komoditas masih cenderung selektif mengikuti fluktuasi harga komoditas global.

Pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta sentimen global yang dapat memengaruhi arah IHSG sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Saham Pilihan Hari Ini: BMRI, AMMN, BRPT, dan EMTK Saat Pasar Masih Bullish

Next Post

OJK Perkuat Peran di Sumatera Utara Melalui Penguatan Kepemimpinan dan Kapasitas Kelembagaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR