Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) bergerak cepat merespons dampak kekeringan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat melalui penyediaan suplai air bersih bagi masyarakat terdampak.
Upaya ini sejalan dengan strategi Menteri PU Dody Hanggodo yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan sumber daya air dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
“Kementerian PU terus berupaya menjaga ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat termasuk menjamin pasokan air irigasi agar produktivitas lahan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau,” kata Menteri Dody.
Sebagai bentuk penanganan, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat menyiagakan tiga unit hidran umum secara bertahap. Pada 29 Juli 2026, dua unit hidran umum mulai ditempatkan di Kantor Camat Sungai Belidak dengan dukungan enam personel yang dapat melayani sekitar 30 Kepala Keluarga (KK). Kemudian satu unit hidran umum ditempatkan di Komplek Amy Cendana 1 yang didukung dua personel untuk melayani sekitar 35 KK.
“Penyediaan suplai air bersih ini merupakan langkah cepat yang kami lakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan. Kami berupaya agar layanan ini dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi warga terdampak,” ujar Kepala BPBPK Kalimantan Barat Mohd. Yoza Habibie.
Mohd. Yoza Habibie menambahkan BPBPK Kalimantan Barat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.
“Apabila masih terdapat kebutuhan penanganan lebih lanjut, kami siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih,” katanya.
