TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menko Airlangga: Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Agus Haryanto
5 August 2026 | 10:52
rubrik: Business Info
Menko Airlangga: Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

foto: www.ekon.go.id

Jakarta, TopBusiness – Di tengah dinamika global yang masih diwarnai gejolak harga energi, tekanan perdagangan, dan volatilitas pasar keuangan, outlook ekonomi dunia terlihat semakin membaik, dimana diproyeksikan naik dari 2,8% pada 2026 menjadi 3,1% pada 2027.

Perekonomian Indonesia juga terbukti tetap solid dan resilien ditandai oleh terkendalinya inflasi dalam rentang sasaran 2,5±1% di angka 2,88% (yoy) pada Juli 2026, aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif di level 50,2 pada Juli 2026, pertumbuhan kredit perbankan 12,67% (yoy) pada Juni 2026, serta cadangan devisa sebesar USD145,6 miliar atau setara dengan 5,5 bulan impor pada Juni 2026.

Kinerja positif tersebut didorong oleh efektivitas langkah strategis Pemerintah dalam penguatan sektor-sektor prioritas, seperti swasembada energi, dengan program B50, Biosolar bagi Nelayan, dan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel). Selain itu juga dengan stimulus konsumsi domestik melalui diskon transportasi, bantuan pangan, THR ASN, BHR ojol, Program Magang 150.000 peserta dan Vokasi 220.000 peserta. Akselerasi pertumbuhan juga didorong oleh penyaluran kredit program hingga Rp169,9 triliun, pemulihan pariwisata dimana kunjungan wisman mencapai 7,4 juta orang pada Januari-Juni 2026, serta digitalisasi.

“Pemerintah mendorong program magang untuk Gen Z yang tadi disampaikan. Itu magang 150.000 peserta. Dan saya minta beberapa perusahaan APINDO untuk ikut mendaftar. Jadi saya minta teman-teman dari APINDO bisa menerima magang. Karena magang ini mahasiswa Gen Z dan diberi gaji oleh Pemerintah selama 6 bulan,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Makassar, Selasa (4/08).

Di sisi investasi, Pemerintah terus menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan fiskal yang prudent dan reformasi struktural. Indonesia kembali memperoleh afirmasi peringkat layak investasi dari S&P Global Ratings dengan outlook stabil, sekaligus menjadi sinyal positif di tengah penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat global lainnya. Pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit fiskal tetap berada pada batas aman dengan pengelolaan APBN yang ekspansif namun terukur. Kredibilitas kebijakan dan disiplin fiskal akan terus dijaga untuk memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor.

BACA JUGA:   RI–Tiongkok Sepakati 16 Proyek Investasi Rp 36,4 Triliun

Sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pembiayaan, Pemerintah juga telah menerbitkan Panda Bonds berdenominasi yuan yang memperoleh peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat diversifikasi pembiayaan sekaligus memperluas akses Indonesia ke pasar keuangan internasional.

Kemudian, untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemerintah terus mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan beras kepada masyarakat. Pemerintah juga terus memperkuat daya saing melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dimana Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi investasi kumulatif KEK telah mencapai Rp368 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 283.234 orang, serta penguatan ekosistem keuangan melalui Bullion Bank.

“Pemerintah mendorong tiga mesin utama. Yang pertama adalah mesin ekonomi konvensional, yaitu industri padat karya. Nah industri padat karya, sesuai arahan Bapak Presiden untuk dibantu. Kita sudah siapkan kredit untuk investasi maupun kredit modal kerja. Tinggal teman-teman dari APINDO untuk bagaimana mendorong para industri ini untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah. Karena sekarang investasi dari berbagai negara masuk, terutama juga di sektor tekstil. Juga tentu kita ingin melihat bahwa domestik industri juga bisa mengganti mesinnya agar lebih efisien,” ujar Airlangga.

Kemudian yang kedua dengan pengembangan industri semikonduktor, percepatan digitalisasi, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam ekonomi digital global. Setelah menjadi penggagas percepatan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), Indonesia kini juga resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) bersama 28 negara lainnya, yang diharapkan semakin meningkatkan peluang investasi, khususnya pada sektor pusat data (data center).

Lalu yang terakhir, Pemerintah terus meningkatkan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia melalui penguatan ekonomi berbasis talenta (gig economy), antara lain dengan memperluas program magang nasional yang diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus menyiapkan SDM yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

BACA JUGA:   Konsumsi Topang Pertumbuhan Ekonomi RI 2025, UMKM Ikut Terdongkrak

“Kita akan berjaya bukan hanya kalau pengusahanya bersatu, tetapi kalau pengusaha dan Pemerintah bersama-sama, juga dengan BUMN, itu yang namanya Indonesia Incorporated,” kata Airlangga.

Lebih lanjut, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa Pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha agar berbagai kebijakan strategis dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Pemerintah terus memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga, iklim investasi semakin kondusif, serta reformasi regulasi dan transformasi ekonomi berjalan secara konsisten. Kolaborasi yang erat antara Pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing nasional, memperluas kesempatan kerja, dan mewujudkan target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, serta berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global,” pungkas Haryo dalam laman ekon.go.id.

Tags: kementerian perekonomian
Previous Post

Integrated GRC Bank Jombang Jadi Kunci Bank Sehat Berkelanjutan

Next Post

HK Realtindo Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Tawarkan Beragam Hunian dengan Skema Pembiayaan Bunga 2,75%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR