TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Integrated GRC Bank Jombang Jadi Kunci Bank Sehat Berkelanjutan

Teguh Imam Suyudi
5 August 2026 | 10:27
rubrik: Event
Integrated GRC Bank Jombang Jadi Kunci Bank Sehat Berkelanjutan

Transformasi tata kelola, digitalisasi, dan budaya risiko mendorong Bank Jombang semakin sehat sekaligus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi Kabupaten Jombang.

Jakarta, TopBusiness – Di tengah perubahan industri jasa keuangan yang berlangsung cepat, tata kelola perusahaan (governance), manajemen risiko (risk management), dan kepatuhan (compliance) tidak lagi diposisikan sekadar sebagai fungsi pengawasan. Ketiganya telah berkembang menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Pandangan tersebut menjadi benang merah yang disampaikan PT BPR Bank Jombang Perseroda saat mengikuti Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2026 secara daring, Selasa (4/8/2026). Mengangkat tema “Integrated GRC untuk Mewujudkan Bank Jombang yang Sehat, Aman, Terpercaya, dan Berdampak bagi Perekonomian Daerah”, manajemen memaparkan bagaimana penerapan GRC telah diintegrasikan ke dalam strategi bisnis, transformasi digital, hingga penguatan budaya perusahaan.

Hadir dalam wawancara tersebut Direktur Kepatuhan Bank Jombang Suhariani, SE, didampingi Kepala TI Arif Widodo, Kepala Satuan Kerja Manajemen Risiko dan APU-PPT Dany Teguh Prasongko, Kepala Satuan Kerja Kepatuhan M. Angga Dwi, serta Kepala SKAI Nikmatul Izzah.

Dewan juri yang melakukan pendalaman terdiri atas Melani K. Harriman, Prof. Satya Arinanto, Sentot Baskoro, dan Teguh Imam Suyudi.

Panitia penyelenggara memberikan apresiasi atas konsistensi Bank Jombang mengikuti TOP GRC Awards. Tahun lalu, bank milik Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut berhasil meraih TOP GRC Awards Bintang 4, sebuah capaian yang menjadi pijakan untuk terus menyempurnakan implementasi GRC.

Mandat Menjaga Bank Sekaligus Mendorong Ekonomi Daerah

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Jombang memikul mandat yang lebih luas dibanding sekadar menjalankan fungsi intermediasi perbankan. Perseroan menghimpun dana masyarakat, menyalurkan kredit kepada UMKM, petani, koperasi, perangkat desa, serta mendukung berbagai program pembangunan ekonomi Kabupaten Jombang. Visi perusahaan adalah menjadi BPR yang sehat, berdaya saing, aman, dan terpercaya, sementara misinya menekankan peningkatan layanan kepada sektor produktif dan penguatan ekonomi daerah.

BACA JUGA:   FOTO - Lokasi Pangan Terpadu Menyukseskan Gerakan Ekonomi Rakyat

Menurut Suhariani, karena memiliki fungsi strategis bagi masyarakat, penerapan Integrated GRC diposisikan bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban regulator, melainkan sebagai sistem yang memastikan setiap keputusan bisnis berlangsung secara sehat, terukur, dan berkelanjutan.

Budaya PASTI BISA Menjadi Fondasi GRC

Transformasi tata kelola di Bank Jombang tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan prosedur, tetapi juga melalui pembentukan budaya organisasi.

Bank Jombang mengembangkan budaya perusahaan PASTI BISA, yang mengajarkan kepatuhan terhadap aturan, budaya anti-fraud, kesadaran risiko, tanggung jawab, integritas, keberanian menghadapi tantangan, inovasi, sinergi, dan orientasi pada aksi.

“Nilai-nilai tersebut diterapkan sebagai pedoman perilaku seluruh insan perusahaan sehingga prinsip GRC tidak berhenti sebagai dokumen kebijakan, tetapi menjadi budaya kerja sehari-hari,” tegas Suhariani.

Integrated GRC Mengubah Cara Bank Mengambil Keputusan

Suhariani menjelaskan bahwa Integrated GRC dibangun untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri BPR, mulai dari menjaga kualitas kredit, memperkuat likuiditas, meningkatkan keamanan informasi, memenuhi perubahan regulasi, mencegah fraud, hingga memperluas pembiayaan UMKM dan keuangan berkelanjutan.

Karena itu, Bank Jombang memandang GRC sebagai strategic enabler. GRC memastikan strategi bisnis selaras dengan kapasitas risiko, meningkatkan kualitas keputusan melalui keterlibatan fungsi kepatuhan dan manajemen risiko, melindungi dana nasabah serta reputasi perusahaan, meningkatkan efektivitas operasional melalui digitalisasi, dan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.

Dalam implementasinya, perusahaan menggunakan struktur Three Lines Model, di mana unit bisnis menjadi pemilik risiko, fungsi kepatuhan dan manajemen risiko menjalankan pengawasan pada lini kedua, sedangkan SKAI memberikan assurance independen sebagai lini ketiga. Model tersebut diperkuat dengan pendekatan RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) agar pembagian peran dan akuntabilitas setiap unit menjadi lebih jelas.

BACA JUGA:   CSR Inalum Bertanggung Jawab 3P

Digitalisasi Memperkuat Ketahanan Operasional

Salah satu kekuatan Integrated GRC Bank Jombang adalah pemanfaatan teknologi.

Perusahaan mengembangkan berbagai platform digital seperti Loan Origination System (LOS), Early Warning System (EWS), SIM Risiko, SIPPATUH, SIP-APUPPT, SIBEGAWAN, hingga Disaster Recovery Center (DRC).

Menurut Suhariani sistem-sistem tersebut membuat proses bisnis dapat dipantau secara real time, mulai dari kualitas kredit, kepatuhan terhadap regulasi, hingga potensi fraud.

“Dalam proses kredit, misalnya, LOS mengintegrasikan analisis risiko, opini kepatuhan, limit kewenangan, workflow digital, hingga audit berbasis risiko. Hasilnya, keputusan kredit menjadi lebih konsisten, terdokumentasi dengan baik, dan mudah ditelusuri, sementara kualitas portofolio kredit dipantau melalui Early Warning System secara berkelanjutan,” jelasnya.

Bank Jombang juga memperkuat kualitas layanan melalui sertifikasi ISO 9001:2015 dan keamanan informasi dengan menjalankan proses ISO/IEC 27001, yang menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah meningkatnya layanan digital.

Kinerja Sehat Berjalan Seiring Penguatan Tata Kelola

Implementasi Integrated GRC berjalan seiring dengan perbaikan kinerja perusahaan.

Suhariani mengungkapkan, “Sepanjang 2025, aset Bank Jombang meningkat 4,76 persen, penyaluran kredit tumbuh 9,54 persen, penghimpunan dana masyarakat naik 12,28 persen, sedangkan laba sebelum pajak meningkat 21,04 persen dibanding tahun sebelumnya”.

Pada Semester II 2025, Tingkat Kesehatan Bank mencapai nilai komposit 2,00 dengan predikat Sehat. Peringkat tata kelola meningkat dari Peringkat 3 menjadi Peringkat 2, didukung pembentukan tiga komite di bawah Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, serta Komite Remunerasi dan Nominasi. Sementara itu, rasio kecukupan modal (KPMM) mencapai 19,43 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

GRC untuk Membangun Daerah

Yang membedakan implementasi GRC Bank Jombang adalah orientasinya terhadap pembangunan daerah.

BACA JUGA:   CSR PT DSSP Power Kendari Berdayakan Masyarakat, Munculkan Local Hero Baru

Selain menjaga kesehatan bank, GRC diarahkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM, memperluas inklusi keuangan, memperkuat pemerintahan desa, serta mendorong pembiayaan sektor produktif.

“Realisasi pembiayaan berkelanjutan bahkan mencapai 116,60 persen dari target perusahaan. Di bidang sosial, tingkat kepuasan nasabah berada pada angka 86,48, terdapat 171 mitra binaan QRIS, dan penyaluran dana CSR mencapai Rp374,25 juta sepanjang 2025,” terang Suhariani kepada dewan juri.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa tata kelola yang baik bukan hanya menghasilkan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan juga menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Menuju Intelligent GRC

Sejalan dengan tema TOP GRC Awards 2026, “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, Bank Jombang menargetkan penguatan implementasi GRC melalui integrasi dashboard KPI-KRI-KCI, continuous monitoring, penguatan cyber resilience, penyempurnaan risk control matrix, hingga tata kelola kecerdasan buatan (responsible AI governance) yang tetap mengedepankan pengawasan manusia.

Bagi Bank Jombang, perjalanan menuju Intelligent GRC bukan semata mengejar penghargaan. Lebih dari itu, Integrated GRC dipandang sebagai fondasi untuk menjaga kesehatan bank, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan setiap pertumbuhan bisnis memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Jombang.

Tags: Bank Jombang
Previous Post

Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI, Livin’ Mandiri Berbagi Kembali Hadir untuk Pekerja Rentan

Next Post

Menko Airlangga: Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR