Jakarta, TopBusiness – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan industri alat kesehatan nasional memiliki prospek pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya belanja kesehatan masyarakat.
Pada 2025, belanja kesehatan Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp 660 triliun, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, nilai pasar alat kesehatan diperkirakan telah mencapai Rp 200 triliun dan masih tumbuh sekitar 4 persen per tahun.
Hal itu disampaikan Budi saat membuka IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-16 ini merupakan hasil kerja sama Krista Exhibitions Group dengan Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB Indonesia).
Menurut Budi, sektor kesehatan selama ini secara konsisten tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika ekonomi Indonesia bertumbuh sekitar 5 persen, sektor kesehatan umumnya mampu tumbuh sekitar 6–7 persen karena tingginya kebutuhan layanan kesehatan serta bertambahnya jumlah penduduk.
Pemerintah pun menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen, sehingga industri kesehatan diharapkan menjadi salah satu motor penggeraknya.
“Karena itu kita harus memastikan pertumbuhan industri kesehatan juga terjadi di Indonesia, bukan hanya di negara produsen,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong peningkatan produksi alat kesehatan dalam negeri agar mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Di sisi lain, pemerintah akan terus memperluas akses layanan kesehatan melalui penguatan puskesmas, klinik, dan rumah sakit hingga ke berbagai daerah.
Budi menilai harga alat kesehatan yang masih relatif tinggi bukan semata-mata dipengaruhi pajak, melainkan karena rantai distribusi yang panjang dan banyaknya perantara yang mengambil margin. Karena itu, pemerintah akan mendorong efisiensi distribusi agar harga alat kesehatan menjadi lebih terjangkau.
Selain memperkuat industri manufaktur, pemerintah juga melihat transformasi digital sebagai sumber pertumbuhan baru bagi industri alat kesehatan.
Menurut Budi, ke depan pelaku industri tidak cukup hanya menjual perangkat medis, tetapi juga perlu mengembangkan solusi kesehatan berbasis software, artificial intelligence (AI), Hospital Information System (HIS), serta integrasi data melalui platform SATUSEHAT.
“Semua fasilitas kesehatan nantinya harus terkoneksi secara digital. Ini menjadi peluang baru bagi industri untuk mengintegrasikan hardware, software, dan AI ke dalam produknya,” katanya.
Ia menambahkan, tren industri alat kesehatan dunia kini telah bergeser. Nilai tambah tidak lagi hanya berasal dari penjualan perangkat medis, tetapi juga dari layanan digital yang menyertainya.
Pemerintah juga akan memperkuat pembiayaan melalui BPJS Kesehatan serta memperluas program pemeriksaan kesehatan gratis. Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan permintaan berbagai alat kesehatan, mulai dari perangkat skrining, alat diagnostik hingga point-of-care testing (POCT), sehingga membuka peluang lebih besar bagi produsen alat kesehatan nasional.
Sebagai target jangka panjang, pemerintah berharap industri kesehatan mampu tumbuh hingga 7–8 persen per tahun, sekaligus meningkatkan penciptaan lapangan kerja, memperkuat kualitas layanan kesehatan, serta mendukung kenaikan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari sekitar 74 tahun menjadi 76 tahun pada 2029.
IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi produsen, distributor, regulator, penyedia layanan kesehatan, dan investor untuk memperkuat industri alat kesehatan nasional.
Pameran yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 tersebut diikuti 60 perusahaan dari sembilan negara, yakni Indonesia, China, Singapura, Korea Selatan, India, Jepang, Jerman, Malaysia, dan Pakistan.
Selain menghadirkan berbagai inovasi alat kesehatan, laboratorium, diagnostik, serta teknologi kesehatan digital, pameran juga diramaikan seminar, workshop, business matching, hosted buyers, dan berbagai program edukasi yang diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi, memperluas kemitraan bisnis, serta meningkatkan daya saing industri alat kesehatan Indonesia.
