Jakarta, TopBusiness – Gaya hidup halal kini telah bertransformasi menjadi sebuah ekosistem ekonomi serta simbol dari kualitas yang telah teruji dan terpercaya. Merespons perkembangan positif tersebut, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berkolaborasi dengan Dyandra Promosindo menggelar inisiatif Halal Leaders & Creator Gathering (4/8) di Kementerian Perindustrian.
Mengusung semangat “Connecting the People Behind Indonesia’s Halal Future”, acara ini didesain sebagai ruang dialog strategis antara pembuat kebijakan, pelaku industri, komunitas, hingga para kreator konten. Kolaborasi lintas sektor ini dihadirkan untuk menciptakan sebuah gerakan bersama untuk mendorong ekosistem gaya hidup halal Indonesia agar tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing.
Hadir memberikan sambutan, Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, memaparkan besarnya potensi pasar halal nasional yang harus dioptimalkan menjadi peluang penguatan struktur industri dalam negeri.
Ia memaparkan bahwa pada tahun 2023, jumlah penduduk Muslim Indonesia mencapai 242,6 juta jiwa dengan potensi belanja yang diperkirakan menembus angka Rp11.182 triliun.
“Dengan potensi tersebut, Indonesia memiliki basis kuat untuk mengangkat pertumbuhan industri halal dari skala kecil hingga besar. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok halal dari hulu hingga
hilir, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang memiliki nilai tambah,” ungkap Adie.
Lebih lanjut, Adie menyoroti peran krusial para insan kreatif di era digital. Menurutnya, kreator konten dan influencer memegang kunci penting dalam membentuk tren, preferensi, dan kepercayaan konsumen, terutama dalam menyosialisasikan industri halal kepada publik yang lebih luas.
“Dalam pengembangan industri halal, kreator berperan penting dalam menerjemahkan berbagai aspek teknis industri menjadi narasi yang sederhana, kreatif, dan relevan. Sehingga halal tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan regulasi, tapi juga sebagai bagian dari lifestyle. Melalui
kegiatan ini, kami ingin mempertemukan inovasi industri dengan kreativitas para kreator,” tegasnya.
Menyadari tanggung jawab tersebut, peran kreator konten dan media kini diposisikan sebagai mitra strategis yang krusial bagi pemerintah dan pelaku usaha. Melalui kekuatan penceritaan di platform digital, mereka diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara ketersediaan
produk bersertifikasi halal dengan tingkat adopsi konsumen domestik. Interaksi organik yang dibangun oleh para kreator diyakini dapat mengubah persepsi masyarakat, memposisikan produk halal lokal sebagai pilihan gaya hidup utama yang trendi dan relevan, sekaligus
mengamplifikasi semangat kampanye bangga belanja produk dalam negeri.
Secara kumulatif hingga akhir triwulan II tahun 2024, Kemenperin mencatat capaian positif dengan diterbitkannya hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk. Kendati demikian, tingginya angka sertifikasi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan serapan belanja produk halal dalam negeri. Oleh karena itu, sinergi yang terbangun dalam acara ini diharapkan mampu menggaungkan kembali gerakan cinta produk lokal agar daya saing jenama halal nasional semakin mendominasi pasar.
Puncak acara ini kemudian dilanjutkan dengan sesi Talk Show bertajuk “Unlocking the Future of Halal Lifestyle Economy: Where Policy, Innovation, Beauty, and Influence Create Business Opportunities”. Diskusi ini mengupas sinergi antara regulasi, inovasi, dan strategi digital bersama narasumber ahli, di antaranya Dewi Setiawati (Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kemenperin), Temi Sumarlin (CEO Scarf Media), dan Findi Novia (Head Branding Building Wardah Beauty).
Dengan menggambarkan nilai gaya hidup halal ke dalam bentuk pengalaman langsung, acara ini turut berkolaborasi dengan jenama kecantikan Wardah. Para undangan diajak untuk mengeksplorasi kesehatan dan preferensi gaya mereka melalui fasilitas Personal Color Analysis dan Skin Check & Consultation yang dipandu oleh konsultan ahli. Suasana berjejaring antar kreator juga diperkaya dengan kehadiran Content Creator Spot, lengkap dengan Professional Portrait Corner dan Creator Interview Corner untuk memfasilitasi produksi konten yang menginspirasi audiens digital.
Sebagai penutup, disajikan cuplikan perdana mengenai visi besar dan deretan program yang tengah dipersiapkan untuk pameran Halal Indo 2026. Dalam pemaparan tersebut, terdapat rencana ekspansi pameran yang lebih masif dengan menempati tiga hall utama. Pameran ini
tidak hanya akan menghadirkan area eksklusif Modest Fashion, tetapi juga merangkum inovasi komprehensif dari sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata ramah muslim. Semangat kolaboratif yang terjalin dalam gathering ini sebagai bagian dari perhelatan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo 2026), yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.
