Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026). IHSG terkoreksi 7,42 poin atau 0,12 persen ke level 6.343,71 pada akhir sesi perdagangan.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 265 saham menguat, 337 saham melemah, dan 192 saham stagnan. Aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan volume transaksi mencapai 54,19 miliar saham dan nilai transaksi Rp17,79 triliun.
Secara sektoral, pelemahan terbesar terjadi pada sektor keuangan dan teknologi, sedangkan sektor energi dan industri dasar cenderung bergerak campuran. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung pada saham-saham perbankan setelah penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya.
Analis menilai koreksi IHSG masih bersifat teknikal dan terbatas. Pelemahan indeks terjadi di tengah sikap investor yang cenderung berhati-hati menunggu rilis data ekonomi global serta arah kebijakan suku bunga bank sentral utama.
Dari sisi domestik, likuiditas perdagangan yang tetap tinggi menunjukkan minat investor terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga. Nilai transaksi mendekati Rp18 triliun mengindikasikan belum terjadi arus keluar dana secara besar-besaran.
Secara teknikal, IHSG kini berada di area support 6.300–6.320. Selama bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka dengan target penguatan menuju 6.400–6.450. Namun apabila support ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran 6.250.
Untuk perdagangan Jumat (7/8/2026), pasar diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dengan rentang pergerakan 6.300–6.380. Saham-saham perbankan besar diperkirakan tetap menjadi penentu arah utama IHSG, sementara sektor energi berpeluang menjadi penopang apabila harga komoditas global stabil.
Dengan penutupan di 6.343,71, IHSG mencatat koreksi tipis namun masih mampu bertahan di atas level psikologis 6.300, sehingga tren jangka pendek dinilai belum berubah secara signifikan.
