Jakarta, TopBusiness – Asia FinTech Alliance (AFA) resmi mengumumkan 30 finalis terbaik AFA Awards 2026, yang merupakan penyelenggaraan perdana penghargaan tersebut. Dua perusahaan fintech Indonesia, PT Trusting Social Indonesia (TSI) dan PT Privy Identitas Digital, turut masuk dalam daftar finalis di dua kategori berbeda.
TSI terpilih sebagai finalis dalam kategori Regulatory Excellence Award, sementara Privy masuk dalam kategori Fastest Growth Award.
Dalam keterangan pihak penyelenggara, Jumat (7/8/2026), AFA Awards 2026 dirancang untuk mengidentifikasi perusahaan fintech Asia yang memiliki skalabilitas kuat di pasar domestik serta potensi ekspansi lintas negara di 16 perekonomian yang diwakili anggota AFA.
Pada penyelenggaraan perdana, AFA Awards menerima sebanyak 88 nominasi. Proses nominasi dilakukan berbasis undangan, di mana setiap perusahaan peserta harus memperoleh nominasi resmi dari salah satu dari 16 organisasi anggota AFA.
AFA menyebut jumlah nominasi tersebut menunjukkan tingginya inovasi dan perkembangan ekosistem fintech di kawasan Asia. Nominasi juga mencakup perusahaan publik dengan jutaan pengguna.
Setelah melalui Evaluasi Tahap 1 dengan dukungan mitra penilai profesional dan dikukuhkan oleh Komite Eksekutif AFA, sebanyak 30 perusahaan ditetapkan sebagai finalis untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Ke-30 finalis tersebut terbagi dalam lima kategori penghargaan. Pada kategori Grand Award, finalis terdiri atas Finmo Tech Pte Ltd, Hanpass Co., Ltd., Hecto Financial Co., Ltd., IME Khalti Limited (Khalti by IME), PFC Technologies Inc., dan Waffo Hong Kong Limited.
Kategori Financial Infrastructure Award diisi oleh BaaS Innovation Co., Ltd., Datachain Inc., dan First Answer Pte Ltd (Singapore).
Sementara itu, kategori Holding Company mencakup LankaPay (Private) Limited, Net Protections Holdings, Inc., dan Virtual Economy Technology Sdn Bhd (V Systems).
Untuk kategori Regulatory Excellence Award, enam perusahaan yang masuk sebagai finalis adalah CapBay, Gogolook Co., Ltd., OwlTing Group (OBOOK Holdings Inc.), PT Trusting Social Indonesia (TSI), Tin Viet Joint Stock General Finance Company (VietCredit), dan XREX Inc. (XREX Group).
Adapun kategori Market Expansion Award terdiri atas CyCraft Technology, EASTERN UNION INTERACTIVE CORP., FinFan Vietnam, I.M.S. Software Pvt. Ltd., LIQUID GROUP PTE. LTD., dan Treasurer Inc.
Sedangkan kategori Fastest Growth Award diisi oleh Carsome Capital, December & Company Inc., Nepal Clearing House Limited (NCHL), Ocean Inc., PolicyStreet, dan PT Privy Identitas Digital.
AFA menegaskan bahwa susunan perusahaan dalam setiap kategori ditampilkan berdasarkan urutan alfabet dan tidak mencerminkan peringkat.
Masuk Tahap Penjurian Internasional
Selanjutnya, 30 finalis akan mengikuti Tahap 2 AFA Awards. Pada tahap ini, panel juri internasional yang terdiri atas investor modal ventura dan pakar industri dari berbagai negara di Asia akan melakukan penilaian untuk menentukan 10 finalis terbaik.
Pemenang dari masing-masing lima kategori akan diumumkan dalam AFA Awards Ceremony, yang menjadi bagian dari rangkaian FinTechOn 2026 & AFA Summit di Taipei pada 1 September 2026.
AFA menyatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kemitraan strategis dan kolaborasi lintas negara melalui ekosistem AFA.
“Penghargaan ini tidak dimaksudkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai titik awal bagi keterlibatan regional yang lebih erat antara para inovator fintech, investor, regulator, lembaga jasa keuangan, dan para pemimpin industri,” demikian disampaikan AFA dalam keterangannya.
Melalui AFA Awards, perusahaan fintech yang dinilai unggul diharapkan memperoleh peluang untuk memperluas jejaring dan membuka potensi kolaborasi dengan pemangku kepentingan di berbagai negara Asia.
Dorong Kolaborasi Fintech Asia
Asia FinTech Alliance merupakan koalisi independen berbasis keanggotaan yang terdiri atas 16 asosiasi fintech terkemuka di Asia. Masing-masing asosiasi mewakili satu perekonomian, yakni Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Jepang, Filipina, Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Kamboja, Mongolia, Nepal, India, Vietnam, Sri Lanka, dan Uzbekistan.
AFA berfokus pada pengembangan inovasi fintech, dialog kebijakan, serta kolaborasi industri di kawasan Asia.
Dengan cakupan anggota yang meliputi pasar berkembang maupun perekonomian maju, AFA berupaya mendorong terbentuknya ekosistem fintech regional yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
AFA juga melihat Asia memiliki prospek besar dalam perkembangan industri fintech. Berdasarkan berbagai proyeksi internasional, kawasan Asia diperkirakan menjadi pasar fintech terbesar di dunia pada 2030.
Untuk itu, AFA mendorong penguatan kerja sama lintas negara melalui dialog tingkat tinggi, advokasi terkoordinasi, kemitraan industri, serta harmonisasi regulasi.
Dalam penyelenggaraan perdana AFA Awards, AFA turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang dinominasikan, 30 finalis, asosiasi anggota, jajaran juri, mitra penilai, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan penghargaan tersebut.
