Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.69%, disertai dengan net sell asing ~876 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, TLKM, ASII, dan BBRI.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini.
“Dengan kondisi itu maka level Support IHSG akan berada di rentang 6300-6320 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6400-6440,” ujar dia dalam riset hariannya, Selasa (11/8/2026).
Trading Idea hari ini: BBCA, AADI, ADRO, MEDC, RAJA, dan ELSA
- BBCA Spec Buy dengan area beli di 6350, cutloss di bawah 6275. Target dekat di 6500-6700.
- AADI Spec Buy dengan area beli di 9125-9175, cutloss di bawah 9100. Target dekat di 9250-9350.
- ADRO Spec Buy dengan area beli di 2510-2530, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2550-2580.
- MEDC Spec Buy dengan area beli di 1295, cutloss di bawah 1285. Target dekat di 1320-1355.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 890, cutloss di bawah 875. Target dekat di 905-920.
- ELSA Spec Buy dengan area beli di 690-700, cutloss di bawah 680. Target dekat di 720-740.
Global Overnight Review
Wall Street Ditutup Melemah, Harapan Kesepakatan soal Selat Hormuz Memudar. Indeks Nasdaq dan S&P 500 ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8), tertekan penurunan saham Intel dan sejumlah perusahaan pembuat chip.
Pelemahan terjadi ketika investor semakin tidak yakin terhadap tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,06%, Nasdaq melemah 0,32%, dan Dow Jones Industrial Average tertekan 0,11%.
Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi kepada orang-orang yang disebutnya tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.
Sebelumnya, Iran meminta Washington memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memberikan kompensasi kepada Teheran atas kerusakan yang ditimbulkan sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran lebih dari 5 bulan lalu.
Seiring investor semakin pesimistis terhadap penyelesaian krisis di Timur Tengah, harga minyak mentah AS melonjak sekitar 5% menjadi US$ 82,13/bbl.
Pembukaan kembali jalur aliran minyak melalui Selat Hormuz dapat meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi yang telah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan risiko The Fed harus menaikkan suku bunga.
Di sisi emiten, saham Intel turun 4,1% setelah perusahaan menyatakan berencana menghimpun dana sebesar US$15 miliar melalui penjualan saham.
Saham Nvidia turun 2,9%, sejumlah perusahaan keuangan, termasuk Apollo Global dan Blackstone, tengah bekerja sama dengan Nvidia untuk menyiapkan paket pendanaan senilai US$500 miliar bagi pengembangan infrastruktur AI.
Bursa Asia Menguat, Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Teluk. Bursa saham Asia naik pada perdagangan Senin (10/8), mengikuti kenaikan Wall Street setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Namun, ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian di kawasan Teluk mendorong harga minyak kembali naik. Indeks saham Jepang menguat, dengan indeks Nikkei meningkat 2,1% mencatat level penutupan tertinggi.
Penguatan didorong rally saham berbasis AI. Sementara itu, indeks Topix naik 0,6%. Sedangkan, bursa saham Australia ditutup melemah 0,3%, tertekan penurunan saham Westpac setelah bank tersebut melaporkan penurunan tajam pengajuan kredit properti.
Selain itu, investor juga menanti keputusan kebijakan moneter RBA yang akan diumumkan Selasa (11/8). Sementara indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,65%. Di domestik, indeks kepercayaan konsumen kembali melemah pada Jul-26, turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Jun-26. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
