TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut, Pendorong Kenaikan Indeks Penjualan Riil di Juli

Achmad Adhito
11 August 2026 | 11:36
rubrik: Ekonomi
FOTO2 BURSA EFEK

Pusat Belanja di Jakarta (Foto: Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Penjualan eceran pada Juli 2026 secara tahunan diprakirakan meningkat. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,9% (yoy/year on year).

“Capaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga mencapai level 224,4,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, hari ini.

Peningkatan  penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Dan disertai pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Sementara, penjualan eceran secara bulanan pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar -0,3% (mtm/month to month), dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca-periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

Meski demikian, kinerja penjualan pada Juli 2026 tersebut lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang turun -4,1% (mtm).

Ramdan pun menjelaskan bahwa di Juni 2026, IPR tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,7% (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar -1,5% (mtm). Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode HBKN dan libur sekolah.   

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.

“Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5.”

BACA JUGA:   Indeks Penjualan Riil Terkoreksi Pada Januari 2020
Tags: indeks penjualan riil
Previous Post

Ada Kans Koreksi Terbatas, Disarankan Trading Enam Saham Ini: BBCA, AADI, ADRO, MEDC, RAJA, dan ELSA

Next Post

Kini, Giliran Direktur Operasi SIG Tinjau Langsung Optimalisasi Produksi dan Distribusi Semen di Aceh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR