Jakarta, TopBusiness—PT BPR Rokan Hilir (Perseroda) Provinsi Riau, tahun ini untuk ketiga kalinya kembali masuk nominasi mengikuti ajang penilaian tingkat nasional bidang Governance (Tata Kelola), Risk Management (Manajemen Risiko), dan Compliance (Kepatuhan) untuk penghargaan “TOP GRC Awards 2026”. Presentasi dan wawancara penjurian dilakukan secara daring pada (11/8) oleh Direktur Utama PT BPR Rokan Hilir (Rohil), Wan Muhamad Kudri, S.E., M.M. serta Direktur yang membawahi Kepatuhan. Nurasiah, S.E, M.M., dengan mengusung materi presentasi berjudul “From Good to Great PT. BPR ROKAN HILIR Melalui GRC”.
Presentasi diawali sambutan pembukaan oleh Direktur Utama PT BPR Rokan Hilir (Rohil), Wan Muhamad Kudri, yang mengenalkan sekilas keberadaan BPR Rohil dan komitmen dalam melakukan inovasi dalam menjalankan roda perusahaan sesuai dinamika yang berkembang melalui penguatan tata kelola (GCG) dan GRC. Pihaknya juga menyampaikan ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kembali kepada Bank Rohil untuk mengikuti ajang penilaian TOP GRC Awards 2026.
Dalam dua tahun terakhir, manajemen menyatakan terus memperkuat GRC sebagai bagian dari strategi bisnis. Fokusnya bukan hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat pengelolaan risiko dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat serta berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, BPR Rokan Hilir berupaya menjadikan GRC sebagai bagian dari DNA bisnis—menghubungkan tata kelola, risiko dan kepatuhan dengan kinerja serta keberlanjutan perusahaan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan BPR Rokan Hilir dari “Good to Great” melalui penerapan GRC.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. InI merupakan yang ketiga kalinya mengikuti ajang penilaian TOP GRC Awards ini. Dari pengalaman selama ini, banyak pelajaran berharga yang kami dapat, melalui feedback dan juga masukan-masukan dari dewan juri, terutama terkait implementasi GRC yang merupakan aspek penting bagi kelangsungan perusahaan ke depan. Apalagi mengingat tren dan dinamika baru bisnis perbankan yang juga kian menantang, termasuk tuntutan di era digital dewasa ini,” ungkapnya secara daring melalui aplikasi zoom meeting (11/08/2026).
Kegiatan ini yang dihelat oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Asosiasi GRC, pakar, serta akademisi untuk mendorong kinerja dan keberlanjutan bisnis perusahaan melalui implementasi GRC. Turut hadir dalam wawancara penjurian ini dari Bank Rohil, di antaranya Nurasiah (Direktur yang membawahi Manajemen Risiko dan Kepatuhan), Ernawati (Kepala Bagian Bisnis), Azlan (Kepala Bagian SKAI), Wan Zulham Efendi (Kepala Bagian Kepatuhan), Ilham Kurniawan (Kepala Bagian Legal), serta Tomy Jefry (Kepala Bagian OPS dan Umum). Sedangkan Tim Juri penilai terdiri DR. Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Ir. Thendri Supriatno (CFCD/Corporate Forum for CSR Development), Bobby Hamzar Rafinus, Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), serta Prof.DR. Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar- FEB Unpad) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Dalam paparannya, Direktur Bank Rohil -Nurasiah menyatakan, sejalan dengan tuntutan dan dinamika baru pasar maupun reguolasi yang berkembang, Bank Robil juga terus memperkuat penerapan GRC sebagai fondasi dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan. “BPR Rokan Hilir menempatkan GRC bukan sekadar sebagai instrumen pemenuhan regulasi, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan,” ujarnya.
Manajemen BPR Rokan Hilir menilai penerapan GRC penting untuk memastikan ekspansi bisnis tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, sekaligus memperkuat kualitas tata kelola, pengelolaan risiko, kepatuhan, serta pengendalian internal. “GRC merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan risiko yang efektif, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” demikian arah kebijakan manajemen yang dipaparkan dalam materi penjurian.
Integrasikan Strategi, Risiko dan Kepatuhan
Dalam implementasinya, BPR Rokan Hilir mengintegrasikan strategi perusahaan dengan manajemen risiko, kepatuhan, audit internal, ESG dan pengukuran kinerja.
Strategi bisnis perusahaan mengacu pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, dengan fokus antara lain pada peningkatan penghimpunan dana, penyaluran kredit berkualitas, transformasi digital, penguatan layanan, serta penerapan tata kelola yang baik.
Di sisi risiko, perusahaan menerapkan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko untuk mendukung pencapaian sasaran bisnis serta menjaga kualitas aset dan keberlangsungan usaha.
Dalam kaitan ini, BPR Rokan Hilir juga telah menggunakan Risk Appetite, Risk Profile dan Key Risk Indicator (KRI) sebagai instrumen untuk membantu manajemen mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur. Pelibatan fungsi kepatuhan dan legal dalam proses pengambilan keputusan juga diarahkan untuk mendeteksi potensi risiko lebih dini sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum risiko berkembang menjadi kerugian.
Sementara itu, fungsi kepatuhan diperkuat melalui pemetaan regulasi, pengendalian kepatuhan, monitoring dan evaluasi berkala, tindak lanjut, serta pelaporan.
Dampak Implementasi GRC Terhadap Bisnis
Implementasi GRC tersebut diklaim telah memberikan dampak terhadap kinerja BPR Rokan Hilir.Dalam materi penjurian disebutkan, pada periode 2024–2025 perusahaan mencatat peningkatan kualitas kredit sebesar 35,76% secara year-on-year. Penerapan GRC juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi operasional dan kepercayaan nasabah, pemegang saham serta regulator.
Dari sisi pencapaian terhadap target, DPK tabungan disebut mencapai 141,97% dari target, penyaluran kredit 135,76%, aset produktif 139,34%, pendapatan 128,60%, laba 145,05%, serta modal inti 115,19% dari target.
Kinerja tersebut menjadi salah satu bukti bahwa penerapan GRC tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi diarahkan untuk menghasilkan dampak terhadap kinerja perusahaan.
Namun demikian diakui, BPR Rokan Hilir masih menghadapi tantangan, khususnya persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif dan percepatan transformasi digital. Karena itu, perusahaan menetapkan sejumlah isu strategis, mulai dari inovasi produk dan layanan, penguatan customer experience dan loyalitas nasabah, peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, hingga digitalisasi proses bisnis.
Perkuat Digitalisasi dan Pengendalian Internal
Dalam aspek teknologi, BPR Rokan Hilir telah memanfaatkan core banking system untuk mendukung pengelolaan bisnis dan penyajian laporan keuangan sesuai ketentuan. Teknologi informasi juga dioptimalkan untuk mendukung implementasi GRC serta menjaga kerahasiaan, integritas dan ketersediaan data melalui pengamanan data dan infrastruktur server.
Pengendalian internal turut diperkuat melalui pembagian peran antara manajemen sebagai pelaksana pengendalian dan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) sebagai pihak independen yang memberikan assurance terhadap efektivitas pengendalian internal.
Manajemen bertanggung jawab membangun dan menjalankan pengendalian internal, sedangkan SKAI memberikan penilaian independen serta rekomendasi perbaikan untuk mendukung pencapaian tujuan dan keberlanjutan bank.
Menyikapi dinamika yang berkembang, ke depan, BPR Rokan Hilir telah menyiapkan roadmap GRC yang mencakup governance, risk management dan compliance secara bertahap. Pada tahap awal, perusahaan menargetkan pembentukan tim GRC dan penyusunan roadmap, penyusunan risk appetite, risk register dan risk profile, serta pemetaan regulasi. Tahap berikutnya diarahkan pada penyempurnaan SOP, penetapan KRI, risk assessment seluruh unit, mitigasi risiko dan monitoring kepatuhan. Selanjutnya dilakukan monitoring tata kelola, evaluasi risiko residual, audit internal, evaluasi kepatuhan dan tindak lanjut temuan audit.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan menghubungkan GRC dengan prinsip keberlanjutan atau ESG. BPR Rokan Hilir menyatakan bisnis berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, karyawan dan nasabah.
Implementasinya antara lain dilakukan melalui program CSR di bidang pendidikan, olahraga dan kesehatan, kemitraan dengan UMKM lokal serta kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyaluran CSR. Perusahaan juga telah membentuk unit khusus anti-fraud dan melakukan sosialisasi serta pelatihan anti-fraud kepada karyawan.
