Jakarta, TopBusiness – PT Carsurin Tbk (IDX: CRSA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham perseroan.
Manajemen Carsurin menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
Klarifikasi tersebut disampaikan perseroan sebagai respons atas surat BEI Nomor S-10466/BEIPPI/08-2026 tertanggal 11 Agustus 2026 mengenai permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek saham CRSA pada 10 Agustus 2026.
Dalam surat yang ditandatangani Direktur PT Carsurin Tbk, Theresia Ivonne, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan atau keputusan investasi pemodal,” demikian penjelasan Theresia dalam surat klarifikasi kepada BEI, Rabu (12/8/2026).
Perseroan juga menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang diketahuinya yang dapat memengaruhi harga efek CRSA atau keputusan investasi pemodal sebagaimana ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Tak Ada Aktivitas Pemegang Saham Tertentu
Selain menyoroti informasi material, BEI juga meminta penjelasan mengenai kemungkinan adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat berkaitan dengan pergerakan saham CRSA.
Atas pertanyaan tersebut, Carsurin menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Laporan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
“Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu,” kata manajemen Carsurin dalam keterbukaan informasi tersebut.
Dengan demikian, berdasarkan informasi yang disampaikan perseroan kepada BEI, manajemen tidak mengaitkan volatilitas transaksi saham CRSA dengan adanya informasi material maupun aktivitas tertentu dari pemegang saham.
Belum Ada Rencana Aksi Korporasi
BEI juga meminta konfirmasi mengenai kemungkinan adanya rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang berpotensi berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa.
Menjawab pertanyaan tersebut, Carsurin menyatakan hingga saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk dalam periode tiga bulan mendatang.
“Hingga saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat,” jelas manajemen.
Perseroan menambahkan, apabila di kemudian hari terdapat rencana aksi korporasi, Carsurin akan menginformasikannya kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Dalam klarifikasi yang sama, Carsurin juga memastikan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang bersifat material dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan hidup perseroan yang belum disampaikan kepada publik.
“Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya dan Perseroan sudah melaporkan informasi/fakta/kejadian penting yang perlu diketahui oleh publik sesuai peraturan yang berlaku,” demikian jawaban perseroan.
Perseroan juga memberikan penjelasan terkait rencana pemegang saham utama mengenai kepemilikan sahamnya di Carsurin. Berdasarkan informasi yang diperoleh manajemen, pemegang saham utama perseroan saat ini belum memiliki rencana tertentu terkait kepemilikan sahamnya.
Klarifikasi tersebut disampaikan Carsurin untuk menjawab permintaan BEI sekaligus memberikan penjelasan mengenai kondisi perseroan di tengah volatilitas transaksi saham CRSA.
