TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PCN Perkuat GRC dan ESG, Siap Melaju di Era Energi Baru Terbarukan

Albarsyah
14 August 2026 | 18:53
rubrik: Event
PCN Perkuat GRC dan ESG, Siap Melaju di Era Energi Baru Terbarukan

foto: paguntaka.co.id

Jakarta, TopBusiness – PT Paguntaka Cahaya Nusantara (PCN) menunjukkan transformasi bisnis yang semakin solid melalui penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Strategi tersebut terbukti mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara signifikan sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Sebagai perusahaan penyedia jasa tenaga kerja kelistrikan, manajemen building, perdagangan, dan sewa kendaraan yang mendukung operasional induk usaha PT Nusa Daya, PCN kini mengelola 27.772 tenaga kerja yang terdiri atas 22.090 tenaga kerja teknik dan 5.682 tenaga kerja nonteknik. Selain itu, perusahaan juga mengelola 703 unit mobil dan 549 unit sepeda motor yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua melalui 8 kantor cabang.

Kinerja Melonjak, Pendapatan Tumbuh 139 Persen

Direktur Utama PCN Irawan Hermanda mengungkapkan bahwa implementasi GRC telah memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis perusahaan.

Beberapa capaian utama PCN pada periode 2024–2025 antara lain:

  • Pendapatan tumbuh 139% secara year on year (YoY), didorong penambahan 28 kontrak manbuilding serta kenaikan fee manajemen dari 2,3% menjadi 3,5%.
  • Laba bersih meningkat 291% YoY, meskipun perusahaan masih menanggung beban tahun sebelumnya sebesar Rp14,9 miliar yang dibebankan pada 2025.
  • EBITDA naik 122% YoY, dengan pencapaian terhadap RKAP 2025 sebesar 40%.

“Penerapan GRC bukan sekadar memenuhi kewajiban tata kelola, tetapi menjadi alat strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan,” ujar Irawan dalam presentasi penjurian TOP GRC Awards 2026, Jumat (14/8/2026).

Menurut Irawan, manajemen memandang sustainability sebagai bagian integral dari kelangsungan bisnis jangka panjang. Dalam perspektif PCN, keberlanjutan mencakup tata kelola, tanggung jawab sosial, dan kepatuhan.

Ia menegaskan tiga prinsip utama perusahaan:

  1. Sustainability harus tertanam dalam visi dan misi perusahaan.
  2. Implementasi GRC membantu mengidentifikasi serta memitigasi risiko yang dapat mengganggu operasional dan reputasi perusahaan.
  3. Kepatuhan merupakan strategi proaktif untuk membangun kepercayaan publik dan para pemangku kepentingan.
BACA JUGA:   Dengan GRC, Pelindo Marine Service Tingkatkan Kinerja dan Raih Peluang Usaha Saat Pandemi

“Dengan pendekatan ini, perusahaan akan lebih tangguh, bertanggung jawab, dan adaptif menghadapi dinamika bisnis, tuntutan sosial, serta perkembangan regulasi,” tegasnya.

PCN juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnisnya. Sebagai perusahaan pengelola tenaga kerja dan jasa penunjang ketenagalistrikan, PCN menilai keberlanjutan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan pekerja.

“Perusahaan memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengelolaan tenaga kerja yang profesional, aman, dan bertanggung jawab,” jelas Irawan.

Dalam setiap kerja sama strategis dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun vendor, PCN menerapkan prinsip GRC melalui evaluasi legalitas, kepatuhan, risiko, dan tata kelola sebelum kerja sama dijalankan. Setelah kerja sama berlangsung, perusahaan melakukan monitoring dan evaluasi berkala guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan hubungan bisnis.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PCN juga membangun kemitraan dengan masyarakat dengan prinsip tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Optimistis Menangkap Peluang EBT

Menutup paparannya, Irawan menyatakan optimistis bahwa bisnis PCN akan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan berkembangnya sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Peluang bisnis di sektor kelistrikan masih sangat luas. Era EBT membuka ruang ekspansi dan pengembangan usaha baru bagi PCN. Dengan kinerja yang sudah terukur di bisnis inti, kami siap tumbuh lebih agresif,” pungkasnya.

Dengan fondasi GRC yang kuat, integrasi ESG, dan peluang besar di sektor energi masa depan, PCN menegaskan posisinya sebagai perusahaan jasa penunjang ketenagalistrikan yang siap melaju menuju pertumbuhan berkelanjutan.

Tags: PCN
Previous Post

Hutama Karya Gratiskan Uji Lab Gizi, Dorong 50 UMKM Jabodetabek Naik Kelas

Next Post

Pertamina Drilling Perkuat SDM untuk Hadapi Perubahan dan Tantangan Industri Energi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR