Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 1.59%, disertai dengan net sell asing ~397 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, CUAN, ISAT, BREN dan ASII.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini.
“Untuk level Support IHSG diproyeksi di rentang 6300-6330 dan level Resist IHSG berada di kisaran 6450-6500,” ungkap dia dalam risetnya, Selasa (18/8/2026).
Trading Idea hari ini: BRPT, DSSA, CUAN, IATA, RAJA, dan TEBE
- BRPT Spec Buy dengan area beli di 1855-1870, cutloss di bawah 1840. Target dekat di 1890-1930.
- DSSA Spec Buy dengan area beli di 990-1005, cutloss di bawah 980. Target dekat di 1025-1040.
- CUAN Spec Buy dengan area beli di 815-825, cutloss di bawah 810. Target dekat di 835-860.
- IATA Spec Buy dengan area beli di 115, cutloss di bawah 112. Target dekat di 120-122.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 810-835, cutloss di bawah 805. Target dekat di 855-870.
- TEBE Spec Buy dengan area beli di 1350-1375, cutloss di bawah 1320. Target dekat di 1400-1480.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Investor Menanti Kinerja Retailer AS Saat Harga Minyak Meningkat. Tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (17/8), seiring investor mencermati kenaikan harga minyak dan menunggu laporan keuangan sejumlah retailer besar AS untuk membaca arah belanja konsumen.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,51%, S&P 500 melemah 0,52%, dan Nasdaq Composite berkurang 0,31%. Harga minyak naik lebih dari US$ 2/bbl setelah investor melihat belum ada kemajuan berarti dalam upaya diplomasi antara AS dan Iran.
Sementara itu, investor masih mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk AI dapat menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi. Pergerakan saham teknologi berlangsung tidak merata. Indeks semikonduktor PHLX melonjak 1,6%, tetapi indeks Software & Services S&P 500 anjlok 2,8%.
Microsoft dan Meta Platforms menjadi penekan terbesar S&P 500 setelah masing-masing turun lebih dari 3%. Sebaliknya, saham chip menjadi penopang utama indeks.
Micron Technology naik 4%, sementara Applied Materials melonjak 5,5%. Investor juga menantikan laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan keluar pekan depan.
Bursa Asia Menguat, Dolar AS Tertekan Seiring Ekspektasi Suku Bunga The Fed Mereda. Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin (17/8), dipimpin oleh saham-saham China menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.
Di sisi lain, US$ melemah mendekati level terendah dalam dua bulan seiring investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,74%, sedangkan Topix melemah 0,31%.
Indeks-indeks saham unggulan China kompak naik lebih dari 1%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melonjak 1,34% di tengah rilis data aktivitas ekonomi China bulan Juli.
Perekonomian China pada 1H26, mengalami pertumbuhan produksi industri dan penjualan ritel melambat pada Juli, di tengah gangguan cuaca ekstrem dan lemahnya permintaan domestik yang kembali meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk memperkuat stimulus ekonomi.
Produksi industri, tumbuh sebesar 4,5% YoY, melambat dari bulan Juni sebesar 5,3%. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ketergantungan China terhadap ekspor untuk mengimbangi lemahnya konsumsi dan investasi domestik. Sementara itu, pasar saham Korea Selatan tidak diperdagangkan pada Senin karena libur nasional. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
