Jakarta, TopBusiness — Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sejumlah catatan terhadap arah pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski menilai agenda pemerintah untuk 2027 semakin jelas dan memberikan harapan, SBY mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kesehatan fiskal, kualitas implementasi, serta evaluasi kebijakan.
Pandangan tersebut disampaikan SBY dalam pesan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari Rochester, Amerika Serikat melalui kanal Youtube pribadinya yang dikutip Selasa (18/6/2026). SBY mengatakan dirinya mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo dan mencermati substansi agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah, terutama terkait APBN 2027.
“Saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan menurut saya makin baik, makin jelas dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya,” ujar SBY.
Namun, apresiasi tersebut disertai peringatan. SBY mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan yang cukup berat, baik dari faktor domestik maupun internasional. Karena itu, menurut dia, agenda pembangunan yang ambisius harus diikuti pengelolaan pemerintahan yang hati-hati.
Salah satu yang menjadi perhatian SBY adalah kesehatan fiskal. Dia meminta pemerintah tetap konsisten menjaga kondisi fiskal di tengah agenda pembangunan dan target pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
“Dengan harapan baru ini saya hanya ingin berpesan teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita,” kata SBY.
Catatan tersebut menjadi penting karena pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%. SBY menilai target tersebut memang ambisius, tetapi bukan sesuatu yang mustahil dicapai.
Menurut SBY, pengalaman pemerintahannya selama 10 tahun menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6% dapat memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.
“Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6%, memang alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis,” ujarnya.
Selain itu, SBY menyebut GDP dan pendapatan per kapita juga meningkat secara signifikan pada periode tersebut.
Karena itu, dia menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 6% kembali akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun, target tersebut harus dibarengi kebijakan yang tepat dan pengelolaan fiskal yang sehat.
Ingatkan Implementasi dan Penyimpangan
Selain kesehatan fiskal, SBY memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah. Menurut dia, arah pembangunan yang sudah disusun dengan baik harus diikuti implementasi yang efektif.
Dia bahkan mengingatkan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Implementasinya yang bagus. Jangan ada penyimpangan di sana sini. Setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan. Karena begitulah manajemen pemerintahan,” kata SBY.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa SBY tidak hanya melihat pentingnya desain kebijakan, tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut diterapkan di lapangan.
Evaluasi secara berkala, menurut dia, diperlukan untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang tepat dan mampu menjawab persoalan masyarakat.
SBY juga menilai agenda yang disampaikan pemerintah pada dasarnya menyentuh sejumlah persoalan yang memang menjadi harapan rakyat. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan infrastruktur.
“Isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia, memastikan bahwa ekonomi tetap tumbuh, kemudian pengangguran dan kemiskinan berkurang, pelayanan kesehatan dan pendidikan makin meningkat, infrastruktur dan sebagainya. Menurut saya itu agenda yang sangat penting,” ujarnya.
Harapan Besar, Tantangan Tidak Ringan
Di tengah catatan tersebut, SBY tidak menampik adanya peluang bagi pemerintahan Prabowo untuk menjalankan agenda pembangunan secara lebih baik.
Dia menyebut arah pembangunan pemerintah ke depan memberikan “harapan baru”. Namun, harapan tersebut harus diikuti kerja keras dan kehati-hatian dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Great hope tetapi tantangannya juga tidak ringan,” kata SBY.
Karena itu, dia meminta para pemimpin dan jajaran pemerintahan melakukan yang terbaik agar berbagai agenda yang telah disampaikan Presiden Prabowo kepada masyarakat dapat benar-benar diwujudkan.
“Yang penting do your best pemimpin dan pemerintahan kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik,” ujarnya.
Dengan demikian, pandangan SBY terhadap pemerintahan Prabowo tidak semata-mata berupa dukungan maupun penolakan. SBY memberikan apresiasi terhadap arah pembangunan yang dinilainya semakin jelas, sekaligus menyampaikan sejumlah prasyarat agar agenda tersebut berhasil, terutama menjaga kesehatan fiskal, memastikan implementasi berjalan baik, mencegah penyimpangan, dan melakukan evaluasi kebijakan secara berkala.
Pesan tersebut disampaikan SBY bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI. Tahun ini dia tidak dapat menghadiri langsung pidato kenegaraan Presiden Prabowo maupun rangkaian peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka karena sedang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat.
SBY berharap dapat kembali ke Tanah Air pada September mendatang. Di akhir pesannya, dia mengingatkan bahwa seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab sejarah dan moral untuk memastikan Indonesia bergerak menuju kondisi yang semakin baik, maju, adil, dan sejahtera.
